Tuesday, April 20, 2010

10 Kebiasaan Wanita Yang Tidak Efektif

Tulisan ini kepikiran gara-gara hari Kartini yang sayangnya tidak saya rayakan karena tidak bertepatan dengan hari gajian, tidak libur, tidak disuruh upacara bendera dan tidak ada pawai apa-apa di kampung saya. Sebagai wanita muda Indonesia *taela*, saya bangga sebagai wanita yang sederajat dengan pria; tidak untuk menyaingi pria, tapi menjadi rekan yang punya sudut pandang dan cara pikir yang berbeda. Dan saling melengkapi. Sebelum tulisan ini jadi lebih panjang dan mbosenin daripada pidato ketua RT saya pas 17an, saya akan langsung saja ke apa yang, menurut saya, wanita Indonesia masih kurang dari cita-cita ibu kita Kartini.


  1. Berpikir kalau menikah berarti secara finansial sudah ditanggung suami. Akibatnya cewek jadi matre dengan alasan 'mencari cowok mapan'.

  2. Suka minta ditemani pipis. Kalo minta ditemani minum teh, makan atau belanja itu wajar, karena si teman ikut dilibatkan. Lha kalo ke WC? Minta dicebokin?

  3. Tidak berani buat keputusan sendiri untuk masalah sendiri. Bahkan ketika orang lain yang dimintai pendapat tidak ada. Kesannya sebagai perempuan itu nggak bisa jadi decision maker tapi cuman 'suwargo nunut, neroko katut' (surga menumpang, neraka ikut doang).

  4. Suka berpikir, "Kita lebih lemah dari pria," Memang sih, menurut teori evolusi Darwin (ngasal, untung gak bilang gravitasi Newton atau hukum Archimedes) wanita itu massa otot dan kekuatan badannya kurang dari pria. Tapi masa iya itu alasan untuk selalu minta tolong parkirin atau kluarin motor, bawain belanjaan, angkatin galon aqua atau angkutin barang atau bagasi? Ada banyak hal yang bisa dilakukan wanita sendiri, terutama menyangkut tetek bengek kita sendiri. Sejauh kita masih kuat, jangan meminta perlakuan istimewa hanya karena kita wanita, karena setiap perkecualian ada timbal baliknya. Wanita cukup kuat kok untuk mengurus dirinya sendiri (dan seringkali orang lain). Women art what women thinketh.

  5. Suka berpikir, "Itu kan bukan urusan wanita," begitu menjumpai pekerjaan yang lebih banyak dikerjakan pria. Setahu saya; palu, obeng, cangkul, ataupun mesin potong rumput tidak ada tititnya. Dan saya yakin buku manualnya nggak bilang: hanya pria yang boleh menggunakan alat-alat ini. Kan lumayan nggak usah tergantung ama tukang ledeng, tukang betulin genteng, atau tukang kebun. Kemampuan itu kekuatan. Kemandirian itu kebebasan. Lagian ngirit gitu =)

  6. Berpikir bahwa sebagai cewek yang modern atau maju artinya wajar kalau tidak jago di dapur. Saya bilang, setidaknya, bisa membuat makanan kita sendiri membuat kita tidak kalah maju daripada wanita gua di jaman batu. Tidak perlu haute cuisine, yang penting kluarga kita tidak akan kelaparan kalo warung tegal tutup semua.

  7. Berpikir bahwa wanita berusaha menjadi cantik demi mendapatkan pria. Ini bikin cewek jadi disetir oleh stereotipe yang lagi in. Tidak punya kepribadian, selalu berusaha mengubah diri sendiri demi menyenangkan orang lain. Ada beberapa majalah wanita yang fokusnya cuma 'bagaimana menjadi menarik di mata pria' seolah-olah memang wanita diciptakan hanya sebagai 'perhiasan sangkar madu'. Kalo hemat saya (kadang boros sih), wanita berhak merasa cantik untuk dirinya sendiri, bukan karena pendapat orang lain dan bukan untuk memenuhi kriteria orang lain. Dengan merasa puas dan bahagia terhadap diri sendiri, wanita bisa berhenti khawatir dan melakukan hal-hal lain yang lebih produktif (baca: berguna).
  8. Merasa menjadi korban. Setiap orang punya pilihan, tak terkecuali wanita. Bila terjadi kekerasan dalam rumah tangga, pemerasan, pemerkosaan, atau pelecehan, segeralah menghindar dan selamatkan diri. Hubungi aparat, mencari perlindungan, jangan tinggalkan jejak dan mulai hidup baru. Lebih baik pergi sendiri daripada tinggal sebagai korban. Saya tahu ini bukan perkara mudah, tapi saya sungguh menyesali perempuan-perempuan yang diam, menangisi diri atau menyalahkan pria yang menyengsarakan hidupnya (memang ada yang bersalah, tapi kita bisa melakukan sesuatu). Berani ambil tindakan sebelum terlambat. Lebih parah lagi wanita yang terpaksa menikah hanya karena kecelakaan. Lalu istilahnya pria 'bertanggung jawab'. Saya rasa hubungan seksual yang bukan perkosaan melibatkan keputusan dua belah pihak, jadi wanita harus berpikir masak-masak sebelum memutuskan, sebab dia punya pilihan, bukannya menyalahkan pria kalau terjadi apa-apa di belakang.
  9. Percaya bahwa wanita punya tanggal kedaluwarsa menikah, karena itu harus buru-buru. Ada lelucon tentang wanita umur 20an bilangnya. "Siapa kamu?" pertengahan 20an, "Kamu siapa ya?" dan akhir 20an, "Siapa aja deh," Lelucon ini gambaran sikap mental yang merugikan wanita. Seolah produk yang sekali jadi, kaya wedang yang harus diminum sebelum dingin. Berdasarkan survey yang entah bisa dipercaya atau tidak, pernikahan usia muda di negara barat, 85%nya berakhir dengan perceraian. Karena usia muda (disebutkan 20-28 tahun!) gejolak pribadi belum cukup mantap untuk membikin komitmen seumur hidup. Di negara Kartini ini, memang sih jarang kedengaran tentang kawin cerai kecuali artis, tapi banyak banget cerita tentang selingkuhan dan puber kedua. Tidak cukup bersenang-senang di masa muda? *NB. Tidak bilang kalau nikah muda itu salah, yang salah, maksa nikah meskipun belum siap dan cari pasangan dengan desperate karena merasa sudah uzur eh sudah ada umur*
  10. Berpikir bahwa dengan menjadi wanita yang punya pendapat sendiri secara otomatis jadi wanita feminist radikalis. Jelas beda. Yang pertama mengganggap wanita setara dengan pria, sederajat hak dan kewajibannya sekaligus mitra pria. Yang kedua menganggap wanita lebih tinggi dari pria, tidak mau bekerja sama dengan pria, ingin dihargai dan menunjukkan kekuatannya, bersikap superior. Kalau saya menulis tentang wanita yang mandiri dianggap feminis, sama seperti menganggap orang yang bernama Abdullah pasti teroris.
Gambar hak cipta dari flicker.

9 comments:

DewiFatma said...

Setuju banget. Aku terkesan dengan yang nomor 8. "Merasa sebagai korban". Betul banget itu! Teman saya (udah nikah), setiap kali kesakitan mau ngelahirin selalu memarahi, memaki dan bahkan menjambak plus nyubit suaminya sambil teriak: Ini gara-gara kamu, Maaass..!! Padahal pas diajak gituan, malah lebih agresor dia saya pikir :)
*Ijin pasang link ya, Mbak*

Vicky Laurentina said...

Aku jadi agak malu sendiri. Aku memaksakan diri aktif di dapur, tapi kalo kompornya rusak, aku teriak manggil bapakku. Seolah aku cuman masak doang, tapi nggak bisa mbetulin alat masak yang rusak. ^^

Yang belum bisa kita atasin sekarang, wanita masih jadi objek seksual pria. Kita dipaksa harus bisa dandan supaya ditaksir pria, dianggap nggak laku kalo nggak punya pacar, macam begitulah. Dan yang mikir ginian bukan pria, tapi justru dari para wanita sendiri. Coba pikir, siapa seh yang paling getol nyuruh-nyuruh kita buru-buru kawin? Ibu dan para tante kita, kan? Ayah atau om-om kita nggak akan sampek se-"cemas" itu.

Kadang-kadang penghalang untuk kemajuan wanita bukan para pria. Tapi penghalangnya ya sesama wanita itu sendiri.

Sri Riyati Sugiarto & Kristina Melani Budiman said...

Mbak Dewi: Walah. Bisa ya latahnya begitu hahaha.
Vicky: ya gak semuanya kita harus bisa sendiri. Harus diakui kita butuh orang lain, tapi yang aku permasalahin di sini adalah pola pikir yang bilang: nah itu kan bukan urusanku, karna aku cewek. Yang kedua itu betul juga ya. Cewek sendiri yang lebih "sadar diri", cemas, takut gendut, takut tua, dsb. Bener juga ya Vic. Memang masalahnya ada di kepala kita sendiri, bukan di mata para pria...

Sri Riyati Sugiarto & Kristina Melani Budiman said...

aku rada tersindir ama yang nomor 2 karena di kantorku udah membudaya kalo pipis ngajak2 temen sekitar cubicle..sapa tau mo pipis bareng. karena toiletnya jauh dari kantor. secara satu lantai ga cuma dihuni ama perusahaanku doang. jadi harus jalan sekitar 200 meter gitu deh. kan males kalo sendirian ya....(mencari pembenaran). kalo bareng2 bisa sambil ngegosip. kalo malem2 harus bareng karena toiletnya spooky. coba aja ntar kalo ada yang berkunjung ke kantorku di atas jam 7 pergi ke toilet sendirian..pasti nuansanya bikin merinding.
menurutku apa yang bisa dilakukan wanita..lakukanlah sendiri..ga usah nunggu kaum pria yang mengerjakan. tapi kalo soal etika..mbok ya kaum pria itu rada gentleman sedikit. misal di busway (yang bau ketek)...ada wanita berdiri...cowok2 yang pada duduk mbok ya berbaik hati ngasih tempat duduk.emang sih wanita juga bisa berdiri di busway..tapi kalo ada yang ngasih tempat duduk kan lebih enak dilihat gitu lho....

Anonymous said...

wah... pola pikir yang bener2 berbeda dari wanita2 pada umum nya...

-Petter-

di said...

salam kenal mbak :)

hoho,,,,mengajukan penjelasan ini buat ibuku pasti ngebabak belurin rumah tuh ya hahhahaha,,,persiapan amunisi,,,karena saya penganut kartini kayak bgini :))

Sri Riyati said...

Di, salam kenal. Selamat bergabung hehehe. Petter: bojomu uwi juga bukan mahluk biasa, nek orak mesthi dewe rak mungkin kenthir bareng (jelasin Kris, dia gak mudeng tuh). Kris: wah kalo berurusan ama mahluk dunia lain, Kartini pun tak bisa melawan haiya...

~ jessie ~ said...

Uhm.. aku juga pernah bilang kalau aku nggak setuju dengan iklan Ponds yang "wajahmu mengalihkan duniaku". Lah enak aja, kita tampil cantik itu untuk diri sendiri, kalo sampai mengalihkan dunia mereka itu 'bonus' atau itu urusan mereka hehehehe.
Kalau soal betulin apa yg rusak di rumah, bukan karena aku cewek terus aku minta hubby betulin, tapi karena keterampilan mekanisku dibawah rata-rata, daripada rusaknya makin parah kan? ;)

aniek_Kwee said...

Tp ojo kebablasan Mbung, asik dgn gaya "limpung-ers" kita sampe gak liat2 sikon, mis: pake hot pant (aka celana pendek) dan baju ketat di Jakarta itu wajar, di Limpung itu minta dihuajar...(sama ortu terutama). Pake kaos papi yg kegedean (krn lupa bawa baju) dan celana adek yg kepanjangan, plus sandal swallow yg nyaman adalah fashion to do di Limpung, klo mau masuk restoran di Pacific Place? itu minta di lempar suandalll...
Mnrtku sih intine motivasi kita yg hrs bener, gak bisa dipungkiri cowok itu makhluk visual, gmn klo suami plg kerja cuape2, penat liat komp seharian, trus sampe di rumah liat istrinya gak mandi 2hr krn kejar deadline, bau iler, rambut awut2an, baju tidur bolong pula, muncul sambil garuk2 punggung dan ada lalatnya-_-' (rada ekstrim sih)? gak harus cowok, kita aja males liatnya=p cm mnrtku motivasinya merawat diri dan penampilan bukan cm utk suami/pacar/seseorg semata, tp utk menghargai diri sendiri, bahwa km adalah wanita yg cantik luar dan dalam=) regards.

Jam

Sejujurnya, inilah Ria dan Kristina...

Ria dan Kristina, sama-sama punya ide-ide yang nggak masuk akal saking nggak bangetnya pikiran kami berdua. Obrolan kami ini, berkat kemajuan jaman dan menjamurnya aplikasi internet (hiduplah Indonesia Raya!), kami sekarang bisa tuangkan di blog. Dulu kami suka ngetik-ngetik pake mesin ketik manual di belakang kertas HVS A4 bekas fotokopian. Tapi tetep aja kami tidak berhenti menulis. Kata pepatah: setipis-tipisnya tinta masih lebih tajam dari ingatan manusia. Kata Pramoedya: menulis berarti memetakan sejarah. Halah, kalo tulisan kita mah sebenernya gak ada hubungannya ama sejarah. Cuma mengukirkan betapa masa muda kami ini sangat indah. Dan jelas nggak mutu isinya. Jadi, mending kalo sisa-sisa waktu dan pengen baca yang tidak terlalu berguna sajalah baru buka blog kami... Tapi apapun komentar, masukan dan pendapat teman-teman, semuanya adalah cendera mata yang indah buat kami...

Ria dan Kristina (hualah, koyok undangan penganten. Amit2 deh. Lesbong juga pilih-pilih ah...)

About Us

My photo
pindah2..tergantung mood, Indonesia
Sri Riyati Sugiarto (aka Ria) adalah cewek kelahiran limpung..(pinggiran kota Pekalongan)..habis sekolah di SMU St. Bernardus Pekalongan trus kuliah kedokteran di Undip Semarang..sementara Kristina Melani Budiman (aka Kristina) juga lahir di Pekalongan trus satu SMU ama Ria dan kuliah di Atma Jaya Jogjakarta. kami kenal di kelas 3 SMU tapi mo duduk bareng selalu ga bisa gara2 terlalu cerewet dan kalo duduk sebangku selalu bikin keributan karena hobinya menggosip jadi terpaksa sampai sekarang tidak pernah duduk bareng..untungnya kita ga satu kampus :p