Thursday, November 20, 2008

No Smoking

Hari ini aku baru membaca berita di detiknews.com, situs andalanku kalo di kantor secara banyak banget situs2 yang diblok jadi terpaksa bacanya detik.com. Di Jakarta sedang digalakkan RAZIA ROKOK..hore..hore..hore...aku sangat senang sekali karena aku sangat benci ama yang namanya rokok. Dan benar juga kata buku The Secret andalan para pelaku MLM (multilevel marketing) yang mengatakan bahwa semakin kita membenci sesuatu maka hal tersebut akan mendatangi kita. Jadi sebaiknya membenci cowok ganteng, uang yang banyak, rumah bagus, mobil Jaguar, dll yang bagus2 supaya hal tersebut mendatangi kita. Ada banyak perokok di sekitarku mulai dari papiku, adekku dua orang dan pacarku sendiri. Aku tidak peduli dengan papiku dan adek2ku karena aku tidak tinggal bareng mereka. Tetapi aku paling sebel kalo pacarku sendiri merokok secara nanti aku akan menikah dengan dia dan tinggal satu rumah.


Aku jadi ingat cerita (lupa siapa yang cerita dan siapa oknumnya) ada seorang istri yang meninggal karena kanker paru2. Dia bukan perokok tapi suaminya adalah perokok berat. Setelah itu suaminya langsung berhenti merokok karena menyesal dia sudah menjadi pembunuh istrinya.


Sebelum melantur 360 derajat lebih baik aku kembali ke topik utama yaitu rokok. Menurut berita di detik.com pihak kepolisian sudah melancarkan razia merokok di tempat umum. Salah satunya adalah di Grogol tempat aku tinggal. Polisi merazia perokok di tempat2 umum seperti angkot, terminal, dll. Banyak orang yang tertangkap sedang merokok tidak diberi sangsi hanya diberi pengarahan. Jadi mereka yang diwawancara oleh tim reporter Detik.com kebanyakan bilang tidak menyesal sudah kena razia bahkan akan tetap merokok dengan sembunyi2. Karena merokok sudah menyebabkan kecanduan dan bahkan sopir angkot yang bilang dia tidak bisa konsentrasi karo menyetir tidak sambil merokok. Walah..hebat juga rokok bisa meningkatkan daya konsentrasi. Kalo gitu seharusnya orang2 yang merokok bertambah pintar ya karena harga rokok lebih terjangkau daripada susu bayi yang mengandung AHA dan DHA serta dibandingkan dengan obat pintar seperti Cerebrovort yang konon bisa mencerdaskan anak sampai bisa menjadi astronot.


Menurut hematku, razia perokok ini tidak banyak manfaatnya dalam mengurangi perokok karena selain perokok tidak diberi sanksi pidana maupun perdata, tindakan pemerintah ini belum tentu akan dilakukan selamanya. Mungkin saja ini cuma program yang dijalankan hangat2 tai ayam setelah itu tidak dilakukan lagi. Secara pribadi yang mengutamakan kemajuan dalam memberantas rokok, aku menyarankan beberapa cara efektif untung memberantas rokok:


1. Buatlah alat penyemprot rokok otomatis di tempat2 umum. Jadi cara kerjanya setiap kali ada rokok yang dinyalakan, radar rokok langsung bisa mendeteksi sehingga alat penyemprot langsung menyemburkan air ke wajah oknum tersebut. Kalo air saja kurang membuat kapok sehingga airnya bisa diganti dengan air bekas kolam lele, air toilet umum, air selokan mataram, air bekas mencuci ikan ataupun air bekas memandikan kerbau yang habis membajak sawah seribu kilometer.


2. Metode memberi reward biasanya lebih efektif daripada metode hukuman. Jadi hendaknya dibuat organisasi "Go White" (kalo Go green kan mengutamakan penghijauan lingkungan, ga merokok go white karena paru2 jadi ga item lagi kalo berhenti merokok) yang tugasnya adalah mendata para perokok. Pendaftarannya gratis dan tidak dipungut biaya administrasi tambahan yang bertele2 seperti kalo mo bikin ktp sehingga orang2 indonesia yang biasanya ogah rugi dan suka gratisan itu berlomba2 mendaftar. Berikan hadiah bagi para perokok yang mendaftar yang bisa berupa makan enak di restoran2 terkenal sampe kupon undian berhadiah mobil. Para pendaftar tersebut diawasi hari demi hari dan yang bisa berhenti merokok sama sekali dan mengajak anggota lain untuk masuk ke organisasi Go White akan diberi hadiah sesuai dengan keinginannya. Hanya kesulitan dari mendirikan organisasi ini adalah....."Uangnya dari mana?"


3. Musuhilah orang2 yang merokok di depan umum. Apalagi kalo orang itu dengan tidak sopan merokok di dalam angkot or di dalam kantor (seperti kantorku dulu) dengan cara dipelototin dan disindir2. Kalo perlu semua orang tidak usah mengajak dia ngomong. Karena manusia bukan makhluk anti sosial maka didoakan saja semoga dia tidak kuat dicuekin dan bisa berhenti merokok. Apalagi kalo sampe dijauhin cewek2 dan jadi bujang lapuk...mending berhenti merokok kali.


4. Perlu digalakkan peraturan: Boleh merokok asal ga keluar asap alias asapnya ditelan. Dijamin yang mati perlahan2 adalah para perokok dan orang2 di sekitarnya sebagai para perokok pasif tidak akan terkena imbasnya. Karena menurut primbon Mbah Jambrong perokok pasif lebih berisiko tinggi daripada perokoknya sendiri. Jadi ibaratnya perokok pasif itu ibarat sudah jatuh, tertimpa tangga dan digigitin semut perlahan2. Menderita banget kan?


5. Pabrik rokok sebaiknya digalakkan untuk beralih profesi tanpa harus memecat para buruh yang malang. Kebun tembakau bisa diganti menjadi kebun buah2an, pabriknya bisa diganti menjadi pabrik semprong. Karena rokok bentuknya mirip semprong jadi sepertinya mesin2 penggiling rokok bisa digunakan untuk menggiling semprong. Kalopun tidak bisa, mesin2 tersebut masih bisa dijadikan besi tua dan dijual ke luar negeri untuk dibuat bajaj.


5 comments:

wongmuntilan said...

Kompas pernah nulis, pemulung berpenghasilan 800rb sebulan bisa ngabisin 2 bungkus rokok seharga 16rb sehari, tapi gak mampu nyekolahin anak. Katanya, mending anaknya yang gak sekolah daripada dia yang gak bisa ngerokok. Orang macam ini kalo kejedhug dengkulnya bisa langsung gegar otak karena otaknya di dengkul.
Pabrik rokok yang diagung-agungkan mampu menyerap ribuan/puluhan ribu/ratusan ribu tenaga kerja itu bisa jadi memang bener, tapi buruhnya digaji super minim sampe buat makan aja susah. Menurut cerita bapakku, buruh pabrik rokok banyak-banyak mengisap rokok, bukan karena doyan, tapi karena merokok bisa bikin perut serasa kenyang, jadi mereka bisa ngirit karena nggak usah makan. Gendheng tho???
Kepriben iki, Gusti???

Sri Riyati Sugiarto & Kristina Melani Budiman said...

hahahaha..lucua banget komentarmu aku sampe ketawa. dengkul yang kejedhug bisa bikin gegar otak hahahaha.....
yang buruh pabrik rokok itu rokoknya gratis or beli? kalo gratis ya gpp (lho ???) tapi kalo rokoknya beli..itu namanya uteknya udah di telapak kaki (bukan di dengkul lagi) sampe ga bisa mikir karena udah gegar otak parah. kasian juga ya para buruh rokok sampe ngerokok demi perut kenyang.
tapi bener juga sih...adek2ku yang perokok itu juga kurus banget karena rokok bikin kenyang.
bener2 deh rokok merusak kesehatan juga moral bangsa. misal kaya anaknya si pemulung yang gara2 bapaknya ngerokok jadi ga bisa sekolah, kalo besar jadi pemulung juga trus ngerokok juga..anaknya lagi ga sekolah jadi pemulung juga dan ngerokok juga dan anaknya lagi ngerokok juga dan jadi pemulung..lingkaran setan perokok deh...

Sri Riyati said...

Aku pernah nonton bola di Wamena, bener-bener gak bisa napas karena kanan merokok, kiri merokok, atas-bawah juga merokok. Rasanya pingin bawa tabung oksigen aja. Aku setuju bahwa merokok cuma menguntungkan pabrik rokok dan juga TV buat iklannya. Keuntungannya sebenernya justru didapet dari masyarakat kalangan bawah yang jumlahnya jutaan, yang rela mengeluarkan uang sedikit demi sedikit tapi terus menerus buat rokok. Harusnya pemerintah bikin pajak yang sangat tinggi buat rokok sehingga harganya melambung dan tidak terajangkau lagi. Tapi nanti malah pada demo ya (karena rokok termasuk sembako katanya). Susah juga untuk bikin orang berhenti merokok habis keadaannya mendukung dan orang2 semua pada kecanduan. Kenapa gak kecanduan permen loli aja sih? Minimal, yang ngerokok jangan ngasih asap ke orang lain. Selalu merokok di tempat terbuka (bukan dalam ruangan tertutup), jangan merokok di tempat umum dan permisilah sebelum merokok. Aku tahu sih keadaannya di Indo parah bgt, boro2 permisi, orang ngerokok seenak udel sambil nyembur2in asapnya di kendaraan umum. Moga2 orang2 macam begini umurnya lebih pendek dari jagung. Atau umur panjang, tapi napasnya lebih pendek dari umur jagung. Kayanya setimpal deh...

Anonymous said...

suami tercintaku juga perokok! i hate that thing! alasannya: 1.bau mulut n gigi kuning/item. 2. boros duit. 3.kadang org merokok hanya utk gengsi, biar keren dilihat, jadi mrk maksa utk suka merokok,gambaran org yg tak punya percaya diri. 4. addicted 5. sebagai istri aku terganggu krn tdk bisa setiap saat cium suami ( :P ) krn baunya itu lho!!hehhehe

Sri Riyati Sugiarto & Kristina Melani Budiman said...

anonymous ini siapa ya? wah berat juga ya jadi istri perokok. tapi aku setuju tuh perokok=bau mulut. soalnya dulu banget waktu aku smp, pada waktu ujian akhir aku duduk di sebelah kakak kelas. karena supaya tidak saling mencontek maka guru mengatur tempat duduk kita di sebelah kakak kelas. Malangnya bukan kakak kelas cakep dan ganteng dan mukanya seperti jimmy lin (ada kakak kelas primadona yang mukanya mirip jimmy lin) tapi aku malah mendapat si "Dragon Breath". hoek hoek..sepanjang ujian aku ga bisa konsentrasi karena baunya itu lho..parah banget..seperti salak bosok dan setiap dia buang napas aja udah bau. apalagi dia ngomong. ga tau deh ujianku kaya apa tuh..udah lupa apakah hasilnya bagus or nggak. tapi yang jelas deket2 ama perokok harus bawa penutup hidung deh.

Jam

Sejujurnya, inilah Ria dan Kristina...

Ria dan Kristina, sama-sama punya ide-ide yang nggak masuk akal saking nggak bangetnya pikiran kami berdua. Obrolan kami ini, berkat kemajuan jaman dan menjamurnya aplikasi internet (hiduplah Indonesia Raya!), kami sekarang bisa tuangkan di blog. Dulu kami suka ngetik-ngetik pake mesin ketik manual di belakang kertas HVS A4 bekas fotokopian. Tapi tetep aja kami tidak berhenti menulis. Kata pepatah: setipis-tipisnya tinta masih lebih tajam dari ingatan manusia. Kata Pramoedya: menulis berarti memetakan sejarah. Halah, kalo tulisan kita mah sebenernya gak ada hubungannya ama sejarah. Cuma mengukirkan betapa masa muda kami ini sangat indah. Dan jelas nggak mutu isinya. Jadi, mending kalo sisa-sisa waktu dan pengen baca yang tidak terlalu berguna sajalah baru buka blog kami... Tapi apapun komentar, masukan dan pendapat teman-teman, semuanya adalah cendera mata yang indah buat kami...

Ria dan Kristina (hualah, koyok undangan penganten. Amit2 deh. Lesbong juga pilih-pilih ah...)

About Us

My photo
pindah2..tergantung mood, Indonesia
Sri Riyati Sugiarto (aka Ria) adalah cewek kelahiran limpung..(pinggiran kota Pekalongan)..habis sekolah di SMU St. Bernardus Pekalongan trus kuliah kedokteran di Undip Semarang..sementara Kristina Melani Budiman (aka Kristina) juga lahir di Pekalongan trus satu SMU ama Ria dan kuliah di Atma Jaya Jogjakarta. kami kenal di kelas 3 SMU tapi mo duduk bareng selalu ga bisa gara2 terlalu cerewet dan kalo duduk sebangku selalu bikin keributan karena hobinya menggosip jadi terpaksa sampai sekarang tidak pernah duduk bareng..untungnya kita ga satu kampus :p