Wednesday, February 27, 2008

Srikandi Mencari Cinta (huek)

Hari-hari rasanya cepet kalo kerjaan kita tiap hari cuma ke warnet dan tidur siang. Sebentar aja tanggalanku yang gambarnya burung blekok merah di kamar udah mau ganti bulan. Udah bukan burung blekok lagi. Mungkin bulan depan gambarnya burung kuntul. Soalnya tuh tanggalan 100% gambarnya burung-burungan. Entah siapa yang hobi koleksi burung.

Pagi ini semuanya masih seperti biasa, masih "dihiasi" dengan bokap yang teriak-teriak suruh mandi pagi (haha, ini normal, percayalah) atau mami yang selalu minta bantu-bantu cuci piring sesudah makan sambil curhat masalah ini-itu.

Yang beda, ya itu tadi. Kalender. Harinya jalan terus. Tiap kali aku nulis di buku harianku yang manual (pake pulpen dan kertas) aku selalu lihat tanggalan. Hari apa tanggal berapa. Karena di rumahku, kadang-kadang kedaan tidak banyak berubah. Ritual yang tidak disadari dan tidak perlu pake otak kecuali untuk tetap bernapas dan bermetabolisme. Kaya amuba.

Ngomong-ngomong tentang aku nih (biasa, narsis) kerjaanku tuh mbaca-mbaca artikel nggak penting karena aku benar-benar kurang kerjaan. Beberapa hari yang lalu aku baca artikel yang mereview (berarti bukan artikel ya tapi review gimana sih) buku seorang cewek New York yang memutuskan untuk jadi single parent lewat inseminasi buatan. Bukunya semacam buku "how to" dan artikelnya dimulai dengan mengutip si dewi Sex and the City, Carrie Bradshaw. Carrie suatu hari bilang "apabila sang prince charming tidak muncul juga, apakah Putri Salju akan tetap tidur selamanya? Ataukah si Putri Salju akan bangun aja sendiri, meludahkan apel beracunnya, masuk asuransi, buat rekening di bank, membayar tagihan-tagihannya, menyicil iuran KPRnya dan berjalan ke bank sperma untuk melakukan inseminasi buatan?" Pokoknya artikel eh review ini bicara tentang bagaimana wanita modern di New York mulai merindukan perasaan keibuan mereka tapi merasa tidak menemukan jodoh yang tepat. Mereka ini mandiri, berpenghasilan cukup, mapan dan matang secara mental untuk menjadi ibu. Jadi mereka mencari sperma yang tepat (donatur, pekerjaan: aktor, mata biru, tinggi 185 cm, rambut hitam berombak, binatang peliharaan :anjing) dan memilih menjadi ibu atas dasar kebebasan yang bertanggung jawab.

Aku bukan Carrie Bradshaw apalagi cewek yang menghamili dirinya sendiri itu. Aku mengerti kalau menemukan orang yang tepat itu sama sekali bukan perkara gampang. Tapi sebetulnya terlepas dari perkara kita lajang ataupun pacaran ataupun baru menikah ataupun sudah lama menikah ataupun nenek-nenek, kita tetap mencari cinta.

Mencari cinta, bukan sekedar mencari pacar lho. Soalnya yang sudah menikah pun kadang-kadang masih mencari-carinya. Aduh topik berat aku juga males mikir-mikirnya.

Di bawah ini adalah cara-cara untuk menemukan pasangan hidup yang banyak dicari orang-orang itu, sebelum mereka memutuskan untuk mengunjungi bank sperma saja :

1. Taruhlah identitas dan alamat atau nomor kontak kita dalam sebuah botol. Jangan lupa foto dan ciri-ciri kita. Masukkan juga kriteria cowok seperti apa yang kita inginkan. Jika botol ini selamat sampai tujuan dan dibaca orang, biasanya itu adalah orang yang ditakdirkan menjadi jodoh kita. Tapi jangan melepaskan di pantai ngeBom karena pantainya kotor dan banyak nelayan-nelayan katrok yang pasang jala. Nanti kalo kesangkut malah gawat, cuma sampai semenajung pekalongan saja (ada ya?), nggak kemana-mana. Apalagi kalo ternyata si penemu ini kenal sama mama kita ato sodara kita (kan pekalongan kota kecil). Gawat.

2. Pasanglah iklan di surat kabar tapi jangan iklan mencari jodoh. Nanti ketahuan kalau kita tidak eh kurang laku. Jadi bilang aja kita mencari tukang ledeng atau tukang kebun. Tapi syaratnya harus jelas, misalnya: laki-laki, tinggi tidak boleh kurang dari 170 cm, pendidikan minimal S1 (boleh dari arsitektur atau tehnik tapi jangan hukum atau kedokteran) dan IPK minimal 3.5, pinter main musik dan suka lagu-lagu (ini khusus syaratnya Kristina), orangnya asyik dan selera humornya fantastis, berpikiran terbuka, cakep, sayang sama anak-anak, kebapakan. Gaji nego.

3. Carilah pekerjaan yang atasannya single dan available. Menurut survey, 90 % orang mengencani orang dari lingkungan kerjanya.

4. Kalo di resepsi pernikahan/reunian/pertemuan/seminar/pelatihan/tempat tugas ada cowok ganteng, langsung hampiri dan bilang, “Hai, gimana kabarmu? Sudah lama ya tidak ketemu sejak lulus TK dulu,” Kalau orangnya mengerenyit bingung, bilang saja “Oh, maaf, saya kira orang lain. Ada temen lama yang mirip sekali dengan anda. Ngomong-ngomong, nama saya….” Dan selanjutnya terserah anda.

5. Datang ke pesta. Barangkali ada pangeran yang terpesona sama kita sampai-sampai bawa-bawa sepatu untuk cari siapa kita (jangan lupa tinggalin sepatu, sebelah aja, kalo dua-duanya malah nanti dijual lagi). Atau mabuk-mabukan di pesta, nanti mungkin saja ada cowok ganteng yang akan memperkosa kita kaya di novel Karmila.

6. Nitip pesanlah ama ortu. Kalo ada tante/om yang anaknya lajang dan cukup berpotensi, bilanglah bahwa kita mau kenalan. Ini sama seperti prinsip MLM. Koneksi, koneksi dan koneksi…

7. Ikut milis dan grup tertentu. Juga bisa ikut fitness. Selain dapet body OK, bisa dapet kecengan juga. Hati-hati: tidak disarankan untuk orang-orang bokek yang tidak mampu bayar iuran tepat waktu, soalnya nanti diumumin yang belum mbayar iuran itu siapa aja. Kan malu kalo pas masuk pertemuan atau kelas trus ada yang nanya, “nunggak lima bulan masih bisa dicicil ya?”. Duh!

8. Lihat kanan-kiri bukan cuma kalau pas nyebrang jalan. Siapa tahu tetangga kita yang dulu kuper dan jerawatan sekarang udah jadi cowok kece yang bisa bergelantungan di gedung-gedung pencakar langit dan menyelamatkan kota. Lho kok jadi film Spiderman? Ya begitu deh. Pokoknya pertimbangkanlah “the guy next door” yang punya Alicia Cuthbeth bukan yang serem. Kadang-kadang, orang yang terdekat dengan kita selama inilah orang yang dari dulu kita cari!

1 comment:

xtina said...

ini bener2 lucu hahaha...soal mencari jodoh aku mo nambahin satu lagi..jadilah asisten dosen di waktu kuliah dan tulislah alamat kost dan no hp yang bisa dihubungi kalo ada mahasiswa yang kesulitan dan mo minta tolong diajarin mata kuliah. kalo Anda beruntung ntar ada mahasiswa yang cakep tapi ga ngerti mata kuliah yang Anda ajarin...datang ke kost minta diajarin. minimal 2 kali seminggu..setelah nilai dia bagus siapa tau dia akan mempertimbangkan Anda menjadi asisten pribadinya...ini berdasarkan pengalaman pribadiku lho hehehehehehe..

Jam

Sejujurnya, inilah Ria dan Kristina...

Ria dan Kristina, sama-sama punya ide-ide yang nggak masuk akal saking nggak bangetnya pikiran kami berdua. Obrolan kami ini, berkat kemajuan jaman dan menjamurnya aplikasi internet (hiduplah Indonesia Raya!), kami sekarang bisa tuangkan di blog. Dulu kami suka ngetik-ngetik pake mesin ketik manual di belakang kertas HVS A4 bekas fotokopian. Tapi tetep aja kami tidak berhenti menulis. Kata pepatah: setipis-tipisnya tinta masih lebih tajam dari ingatan manusia. Kata Pramoedya: menulis berarti memetakan sejarah. Halah, kalo tulisan kita mah sebenernya gak ada hubungannya ama sejarah. Cuma mengukirkan betapa masa muda kami ini sangat indah. Dan jelas nggak mutu isinya. Jadi, mending kalo sisa-sisa waktu dan pengen baca yang tidak terlalu berguna sajalah baru buka blog kami... Tapi apapun komentar, masukan dan pendapat teman-teman, semuanya adalah cendera mata yang indah buat kami...

Ria dan Kristina (hualah, koyok undangan penganten. Amit2 deh. Lesbong juga pilih-pilih ah...)

About Us

My photo
pindah2..tergantung mood, Indonesia
Sri Riyati Sugiarto (aka Ria) adalah cewek kelahiran limpung..(pinggiran kota Pekalongan)..habis sekolah di SMU St. Bernardus Pekalongan trus kuliah kedokteran di Undip Semarang..sementara Kristina Melani Budiman (aka Kristina) juga lahir di Pekalongan trus satu SMU ama Ria dan kuliah di Atma Jaya Jogjakarta. kami kenal di kelas 3 SMU tapi mo duduk bareng selalu ga bisa gara2 terlalu cerewet dan kalo duduk sebangku selalu bikin keributan karena hobinya menggosip jadi terpaksa sampai sekarang tidak pernah duduk bareng..untungnya kita ga satu kampus :p