Thursday, February 26, 2009

Dongeng Masa Kecil

Pada jaman dahulu kala di Cina ada seorang gadis kecil yang sedang bermain2 di halaman rumahnya. Tiba2 di sebelah dari sebelah rumah ada seorang pemuda tidak sengaja menjatuhkan genteng (dia sedang di atas atap memperbaiki genteng rumahnya). Genteng itu terlempar dan mengenai wajah gadis kecil itu. Akibat serangan genteng terbang itu, alis si gadis jadi pitak. Untungnya gadis itu masih selamat walaupun kehilangan sebelah alis. Setelah dewasa pemuda itu bertanggung jawab menikahi gadis itu dan mereka hidup berbahagia. Setiap pagi pemuda itu akan mengambil kuas dan melukis alis gadis itu sehingga tidak ada orang yang mengejek gadis itu bisa melihat setan karena konon orang yang tidak punya alis bisa melihat setan.

Itu adalah cerita yang aku baca di majalah Bobo bertahun2 yang lalu. Kalau ga salah aku masih SD. Entah kenapa cerita itu begitu berkesan sehingga sampai sekarang aku masih ingat cerita itu. Hal-hal yang membuat aku suka cerita itu:
  1. Aku sendiri punya alis yang sangat tipis bahkan bisa dibilang seperti ga punya alis. Dan aku juga sering diejek2 temen2ku kalo aku bisa ngeliat setan. Karena aku tidak pernah punya teman masa kecil yang menjatuhkan genteng ke mukaku, terpaksa aku tiap hari menggambar alisku sendiri. Sekali waktu cowokku mencoba menggambar alisku, hasilnya bukan jadi putri Cina tapi jadi kaya hantu.
  2. Aku selalu mendambakan punya teman masa kecil yang setelah besar tumbuh menjadi pemuda yang ganteng dan tentu saja dia bakalan jatuh cinta padaku lalu kita menikah dah berbahagia. Namun beberapa teman masa kecilku setelah besar bukan menjadi pemuda ganteng tapi malah jadi anak nakal di sekolah.
  3. Menurutku cerita di atas sangat romantis karena cowok itu sudah berbuat salah dan dia bersedia bertanggung jawab atas perbuatannya itu dengan menggambarkan alis buat istrinya seumur hidup. Sementara aku dulu banget pernah doa novena Tiga kali salam Maria dan kalau terkabul aku berjanji akan doa Salam Maria seumur hidup. Tapi sekarang aku malah sudah bertahun2 lupa berdoa Salam Maria, bahkan aku sudah lupa..dulu permohonanku yang mana ya yang dikabulkan. (kayanya Joko Sembung ya karena beda konteks)

3 comments:

Sri Riyati said...

Huahahahahahaha. Lucu banget. Kowe pengen kejatuhan gendeng lha aku malah wes ketiban korden. Kowe kudune bersyukur meskipun nek dilukis Petter malah dadi koyo lampir tapi setidake kowe sharp-witted huahaha

Fendi kastama said...

impian di masa kecil itu memang indah kok, itu kita butuhkan ketika otak kita bener-bener full oleh masalah...

tetapi kita jarang ingat, bahwa otak kita ibarat lemari pakaian yang sebenernya jangan dijejali dengan hal-hal yang sudah tidak penting..
macam pakaian-pakaian masa kecil kita, karena semua itu tidak akan menambah kita ringan melangkah dan berlari...
yang penting biarkan impian masa kecil kita datang dan pergi sesuai proposi dan apa adanya...


oke nggak ya ?

Sri Riyati Sugiarto & Kristina Melani Budiman said...

oke juga fen..tapi kan kadang2 impian masa kecil kita ada yang terlaksana walaupun aku ga inget itu yang mana hehe

hoi sharp witted kuwi kan rak bener2 ono hubungane karo alis o....kowe rak iso ngapusi aku maneh haha...

Jam

Sejujurnya, inilah Ria dan Kristina...

Ria dan Kristina, sama-sama punya ide-ide yang nggak masuk akal saking nggak bangetnya pikiran kami berdua. Obrolan kami ini, berkat kemajuan jaman dan menjamurnya aplikasi internet (hiduplah Indonesia Raya!), kami sekarang bisa tuangkan di blog. Dulu kami suka ngetik-ngetik pake mesin ketik manual di belakang kertas HVS A4 bekas fotokopian. Tapi tetep aja kami tidak berhenti menulis. Kata pepatah: setipis-tipisnya tinta masih lebih tajam dari ingatan manusia. Kata Pramoedya: menulis berarti memetakan sejarah. Halah, kalo tulisan kita mah sebenernya gak ada hubungannya ama sejarah. Cuma mengukirkan betapa masa muda kami ini sangat indah. Dan jelas nggak mutu isinya. Jadi, mending kalo sisa-sisa waktu dan pengen baca yang tidak terlalu berguna sajalah baru buka blog kami... Tapi apapun komentar, masukan dan pendapat teman-teman, semuanya adalah cendera mata yang indah buat kami...

Ria dan Kristina (hualah, koyok undangan penganten. Amit2 deh. Lesbong juga pilih-pilih ah...)

About Us

My photo
pindah2..tergantung mood, Indonesia
Sri Riyati Sugiarto (aka Ria) adalah cewek kelahiran limpung..(pinggiran kota Pekalongan)..habis sekolah di SMU St. Bernardus Pekalongan trus kuliah kedokteran di Undip Semarang..sementara Kristina Melani Budiman (aka Kristina) juga lahir di Pekalongan trus satu SMU ama Ria dan kuliah di Atma Jaya Jogjakarta. kami kenal di kelas 3 SMU tapi mo duduk bareng selalu ga bisa gara2 terlalu cerewet dan kalo duduk sebangku selalu bikin keributan karena hobinya menggosip jadi terpaksa sampai sekarang tidak pernah duduk bareng..untungnya kita ga satu kampus :p