Monday, February 23, 2009

Tahu atau Tidak Tahu?

Tahu atau Tidak Tahu?

Ada cerita dari salah satu temanku yang mo resign dari kantornya: (angka ini bukan angka sebenarnya)
Teman kantornya temanku (TKT): N, kamu kalo dinego gaji tetep mau pindah ga?
Temanku (N) : Dinego berapa?
TKT : Ya sebesar 2. Mau ga?
N : 2 kali gajiku sekarang maksudnya?
TKT : Bukan….tapi 2 juta.
N : (melongo) Lah..gajiku sekarang kan udah lebih dari 2 juta.
TKT : (gentian melongo) Hah? Masa sih?

Ternyata selama ini TKT itu hidup di negeri dongeng. Dia tidak tau berapa gaji teman2nya. Dan ternyata gaji TKT itu jauh di bawah gaji temanku yang mau resign itu padahal TKT sudah lebih lama kerja di perusahaan itu. Tidak adil bukan?

Kalo dipikir2, hidup di negeri dongeng sebenarnya bagus juga. TKT sebelum tau berapa gaji N, dia sudah puas dengan gajinya dan malah dia sangat bersyukur. Namun setelah dia tahu gaji N, dia pasti ada rasa tidak puas dan berpikir perusahaan tidak adil, dll sehingga dia tidak bersyukur lagi.

Memang seringkali terlalu banyak tahu=terlalu banyak kecewa. Misal jika pacar kita selingkuh lalu bertobat, jika kita tidak tahu apa2 maka kita tidak akan sakit hati dibandingkan pacar kita selingkuh lalu mengakui perbuatannya. Walaupun pacar kita itu sudah bertobat tapi kita sudah terlanjur sakit hati dan memberi maaf dengan tulus itu sangat susah sekali.

Petter sering bilang juga bahwa semakin kita banyak tahu maka kita akan semakin kawatir. Petter selalu melarang aku untuk menonton berita criminal dan berita2 negatif lainnya karena hanya akan membuat kita paranoid. Dan aku selalu membantah, “Kalau aku ga tahu apa yang terjadi, bagaimana aku bisa waspada?”. Jawab Petter, “Iya. Tapi mengkawatirkan sesuatu yang belum terjadi itu tidak ada gunanya. Percaya aja Tuhan akan selalu melindungi kita.”

Sampai sekarang aku juga ga tau apakah lebih baik tahu atau tidak. Berikut hal2 yang penting atau tidak penting untuk aku ketahui:
1. Gaji teman2 sekantor. Jika aku tahu gaji teman sekantor terutama yang selevel dengan aku atau di bawah aku lebih tinggi daripada gajiku maka aku akan merasa tidak puas dan berpikir, kenapa perusahaan tidak adil. Jadi mendingan ga tahu.
2. Isi hp pacar. Karena jika aku menemukan sms atau telp dari mantannya atau orang yang aku ga suka, aku akan emosi dan paranoid. Mendingan ga tahu deh.
3. Hal2 jelek yang dibicarakan oleh orang lain tentang diriku. Aku pernah baca ada suatu ungkapan yang kurang lebih isinya: “What other people said about you is none of your business”. Jadi apa yang orang lain mo omongin tentang kita, lebih baik kita tidak usah tahu. Karena kita mau berbuat baik atau berbuat jelek, pasti ada orang yang tidak suka.
4. Kapan aku mati. Ada yang pernah bilang kalau dia tahu kapan dia mati, dia akan mengisi waktu2 sebelum dia mati itu dengan hal yang berguna. Namun aku berpikir, jika aku tahu kapan aku mati maka aku akan cemas dan ketakutan. Jadi lebih baik tidak tahu. Yang penting kita selalu berusaha untuk menjalankan perintah2Nya…maka kita akan selamat.
5. Kapan kiamat akan terjadi. Aku paling takut membaca artikel tentang kiamat. Jadi mendingan aku ga tau dan ga baca. Lagian di Alkitab juga dibilang kalau yang tahu kapan hari kiamat itu akan terjadi hanyalah Tuhan sendiri.

6 comments:

angelica.jocelyn said...

sama kris di kantor ku juga yang lebih lama gajinya lebih sedikit dari yang baru2...pas aku belum tau aku bangga bgt si dpt segitu ternyata ada anak baru yg gajinya 50% lebih tinggi dari aku...aku langsung muntap...hehe...but anyway busway...kita harus ngerti mana yang perlu kita tahu apa tidak...dan kalo akhirnya kita udah tahu, kita ga perlu peduli sama yang ga penting apalgi kuatir...masalah hpnya petter..emangnya nek kamu ga liat isinya ga penasaran?hehe...

Sri Riyati Sugiarto & Kristina Melani Budiman said...

hahaha..yo sebenere penasaran. tapi yo daripada aku mengko berpikir yang tidak2 :P (sebenere pengen ngerti si hahahaha).
ternyata akeh perusahaan seng koyo ngono yo....seng baru2 malah gajine luwih duwur. lha kowe muntab tapi akhire diundakke rak gajine?

jc said...

Paling enak yo.. ngerti tapi ora mikiri.. *eh, iso ora yo?*

Sri Riyati said...

Kan di alkitab ada tuh cerita tentang pekerja kebun anggur yang upahnya sama antara yang kerja dari pagi dan yang baru datang sore2. Pas pertama kali baca itu aku juga marah karena mikir itu kan gak adil. Tapi kata orang sih, itu artinya kita harus 'memelihara rasa bersyukur' alias jangan mbanding2in sama orang lain, karena keadilan yang di atas itu beda dengan keadilan yang ada di kepala kita. Menurut puisi Desiderata (sori tapi ini bnr2 puisi favoritku) If you compare yourself with others, you may become vain and bitter; for always there will be greater and lesser persons than yourself. Enjoy your achievements as well as your plans.
Ya kayak yang kamu bilang Kris, orang ini bahagia sampai dia tahu hal-hal yang bikin dia gak bahagia. Orang Inggris bilang, 'ignorance is a bliss'. Goblok pangkal bahagia. Ini berita bagus buatku ^_^

Sri Riyati Sugiarto & Kristina Melani Budiman said...

iyo juga sih...emang kayane lebih bahagia orang yang ga tau apa2...misal orang yang ga tau dirinya jelek..maka dia akan PD2 aja...dan berpikir dirinya cantik or ganteng...
hidup di negeri dongeng itu kayanya impian banyak orang..dimana semuanya pasti happily ever after...makanya banyak dongeng..karena itu bikinan orang2 sesuai dengan impian dia....
ayo kita berlomba2 hidup berbahagia ...hore..

Anonymous said...

orang yang mensyukuri nikmat allah swt.adalah orang yang dibilang paling kaya didunia,setiap diberi sesuatu mengucapkan matur nuwun-alhamdullilah' pemberian itu tidak membebani dirinya dan merasa cukup,setiap harta yang ada hanyalah titipan allah swt. Setiap pemberian baik materi maupun kesehatan menjadikan kita tambah beriman,dalam lingkungan perusahaa,kita ingat waktu mendaftar masuk jadi karyawan sebelumnya sudah tahu gaji yang ditetapkan diperusahaan itu kalo kita pingin gaji yang besar cari perusahaan lain yang sesuai keinginan gaji kita,kalo kita sudah berada di lingkungan instansi pekerjaan kita ikhlas menjalani,menciptakan kreatifitas dan berlatih disiplin serta wajib mensyukuri upah/gaji yang di berikan.sing penting ojo klalen sholat karo berdzikir.(2.yang dianggap orang pintar adalah orang yang ingat akan mati.,.'?

Jam

Sejujurnya, inilah Ria dan Kristina...

Ria dan Kristina, sama-sama punya ide-ide yang nggak masuk akal saking nggak bangetnya pikiran kami berdua. Obrolan kami ini, berkat kemajuan jaman dan menjamurnya aplikasi internet (hiduplah Indonesia Raya!), kami sekarang bisa tuangkan di blog. Dulu kami suka ngetik-ngetik pake mesin ketik manual di belakang kertas HVS A4 bekas fotokopian. Tapi tetep aja kami tidak berhenti menulis. Kata pepatah: setipis-tipisnya tinta masih lebih tajam dari ingatan manusia. Kata Pramoedya: menulis berarti memetakan sejarah. Halah, kalo tulisan kita mah sebenernya gak ada hubungannya ama sejarah. Cuma mengukirkan betapa masa muda kami ini sangat indah. Dan jelas nggak mutu isinya. Jadi, mending kalo sisa-sisa waktu dan pengen baca yang tidak terlalu berguna sajalah baru buka blog kami... Tapi apapun komentar, masukan dan pendapat teman-teman, semuanya adalah cendera mata yang indah buat kami...

Ria dan Kristina (hualah, koyok undangan penganten. Amit2 deh. Lesbong juga pilih-pilih ah...)

About Us

My photo
pindah2..tergantung mood, Indonesia
Sri Riyati Sugiarto (aka Ria) adalah cewek kelahiran limpung..(pinggiran kota Pekalongan)..habis sekolah di SMU St. Bernardus Pekalongan trus kuliah kedokteran di Undip Semarang..sementara Kristina Melani Budiman (aka Kristina) juga lahir di Pekalongan trus satu SMU ama Ria dan kuliah di Atma Jaya Jogjakarta. kami kenal di kelas 3 SMU tapi mo duduk bareng selalu ga bisa gara2 terlalu cerewet dan kalo duduk sebangku selalu bikin keributan karena hobinya menggosip jadi terpaksa sampai sekarang tidak pernah duduk bareng..untungnya kita ga satu kampus :p