Monday, March 14, 2011

Hidup Nomaden=Awet muda

Saya sudah menjalani hidup yang tidak nomaden sejak masuk kuliah karena hidup nomaden= repot. Harus pindah2 barang dan sebagainya apalagi sejak SD orang tua saya sering pindah rumah bukan karena duta besar dan harus pindah ke negara lain tapi karena kontrakan habis. Alhasil waktu kuliah di Jogja, saya sangat anti pindah kost..dari awal masuk kuliah sampai lulus tinggal di kost yang sama. Bukan berarti kost saya waktu itu (Asrama Suharti III yang ga pernah dikasih gratisan ayam nyonya suharti) sangat nyaman dan seperti home sweet home, tapi karena saya malah pindah2. Begitu juga waktu saya kerja di Jakarta tahun 2003 sampai menikah tahun 2009, tidak pernah saya pindah kost2 an kecuali waktu ada kost sebelah yang lantai keramik saya terpaksa pindah. Itupun pemiliknya masih sama.

Jadi langkah yang saya ambil bersama suami ini benar2 langkah yang besar dan out of the box. Saya bukan lagi katak dalam tempurung, melainkan kacang lupa pada kulitnya. Saya berniat meninggalkan pekerjaan saya di bidang Accounting yang sudah saya jalani sejak tahun 2003 itu selama setahun (semoga selamanya) dan di kantor saya sekarang ini tidak ada masalah karena perusahaannya lumayan menjanjikanlah walaupun ada beberapa orang mengira itu perusahaan minyak goreng, perusahaan burger maupun penjual aroma terapi. Tidak apa karena suami saya bisa ikut nebeng tunjangan kesehatan, ada fitnes gratis, nonton film bareng dan sering ada makan2 serta lomba2 yang aneh misalnya lomba menghias tumpeng dimana kelompok saya menang juara 3 padahal tumpeng kami kan tidak simetris alias kreatif.
Karena banyak hal dan setelah dipersiapkan hampir setahun sebelumnya, saya dan Petter memutuskan untuk mengambil langkah besar yaitu hidup di negeri antah berantah dan menjalani hidup yang berbeda jauh dari hidup saya di sini. Alasan terbesar adalah karena saya tidak mau berumur pendek secara baru beberapa tahun di Jakarta, saya sudah terkena beberapa penyakit yang bakalan sembuh kalau saya tidak stres dan tidak terkena polusi setiap hari berhubung kemana2 selalu naik kendaraan konvertibel yang kalau panas tidak kehujanan dan kalau hujan tidak kepanasan.

Tibalah hari yang dinanti yaitu tgl 7 Maret 2011, kami (Petter dan saya) cuma membawa 2 tas backpacker yang berat sekali berangkat ke Kuala Lumpur bersama mami saya, 2 adik dan 1 calon ipar. Kami jalan2 dulu 3 hari di KL untuk memberikan persiapan kepada mami saya yang akan saya tinggal pergi setahun. O iya, saya dan suami bukan mau menetap di KL melainkan ke Australia (selanjutnya akan disingkat menjadi Oz).Kami mengajukan visa work and holiday yang baru ada di Indo sejak tahun 2008 sampai om nya Petter mengira kami ditipu agen secara dia yang sudah warga negara Oz saja tidak tahu ada visa itu. Ya kalau dilogika saya juga ga tahu sih visa apa aja yang ada di Indo untuk warga negara Sudan misalnya jadi ga heran kalau om Petter ga tahu tentang visa work and holiday itu. FYI kalo ada yang mau apply visa ini bisa dicari infonya di internet work and holiday visa subclass 462. Syarat utamanya umur di bawah 31 tahun dan skor IELTS min 4.5. Pakai visa itu bisa kerja sambil berlibur selama 1 tahun di Oz.


Setelah mempersiapkan fisik dan mental di negara tetangga..akhirnya saya dan suami berangkat ke Oz naik pesawat dari KL ke Melbourne. Kenapa pilih Melbourne? Tentu saja alasannya sama klise nya dengan alasan saya dulu kenapa honeymoon ke Vietnam yaitu karena rute yang tersedia di pesawat Air everywhere itu adalah KL-Perth dan KL-Melbourne. Perth sepertinya panas jadi saya pilih Melbourne saja deh. Kami sempat kawatir ada masalah dengan visa kami karena visanya elektronik dan ga dicap di paspor tapi akhirnya kami bisa sampai ke Melbourne dengan selamat.


Kami sangat bersyukur dikenalkan Ria ke program couchsurfing dimana kita bisa nebeng dan ditebengi. Kami untungnya mendapat tempat tebengan di kota Frankston (pinggiran Melbourne) yang dingin, ga polusi, dekat pantai dan banyak burung2 di jalan.Bandingkan dengan Jakarta yang burungpun tak mau singgah karena takut kena sinusitis. Host kami punya rumah yang sangat saya idam2kan yaitu rumah tua bercerobong asap (walaupun perapian kayu sudah diganti jadi heater listrik). Kehidupan nomaden pun dimulai.
Sampai saya menulis blog ini, baru 5 hari kami menjalani kehidupan nomaden tapi efeknya sungguh berbeda dengan kehidupan kami di Jakarta. Kami tidak punya rencana yang baku besok mau ngapain, bebas bangun jam berapa saja, bebas mandi berapa kali dalam sehari dan ga stres walaupun belum dapat kerjaan. Hari2 di kantor yang biasanya terasa cepat tiada arti sekarang kami jalani dengan menikmati hidup. Tentu saja menikmati hidup bukan berarti tidak berbuat apa2. Kami mengobrol dengan host kami dan anak2nya..kami jalan2 ke pantai..kami jalan2 ke mall mencari lowongan pekerjaan, kami ke perpustakaan lokal untuk print resuma..memang baru 5 hari di sini tapi rasanya kehidupan rutin kami di Jakarta sudah lama sekali kami tinggalkan.

Efek yang benar2 saya rasakan, jerawat saya mulai hilang, eksim saya ga kumat lagi, hidung saya ga mampet lagi dan tetes mata anti acute atopic konjunctivitis saya sudah tidak perlu dipakai lagi. Saya benar2 bersyukur diberi kesempatan untuk melakukan sesuatu yang lain. Perjuangan mencari pekerjaan memang baru dimulai tapi kami menjalani dengan senang dan berserah kepada Tuhan.

Segala yang kami jalani belum tentu selalu lancar, seperti kemarin kami melamar pekerjaan di kebun anggur lewat internet. Kami sudah membayangkan kerja di kebun anggur menyenangkan seperti Keanu Reeves yang datang ke kebun anggur dan menjadi suami pura2 anak pemilik kebun anggur itu (judulnya apa ya). Kami sedang makan di KFC waktu itu karena KFC termasuk makanan yang paling murah dibanding yang lain walaupun rasanya beda dengan yang di Indo. Kami sore2 mulai menelpon lowongan2 kerja yang kami lihat di internet. Tiba2 salah satunya merespon dan bilang kalau kami bisa langsung bekerja keesokan harinya asal kami malam ini berangkat ke rumah tempat para pekerja yang lain tinggal. Kami langsung antusias dan berangkat ke sana.

Begitu sampai ke rumah mess itu...jreng 123456x ternyata rumahnya dari depan kumuh trus isinya orang2 Indonesia yang bekerja sebagai TKI. Perasaan saya dan suami sudah kurang enak apalagi satu kamar diisi 3 orang dan saya harus pisah kamar dengan suami hiks T-T. Besoknya kami disuruh siap2 jam 5.30 pagi karena akan dijemput mobil ke perkebunan anggur. Penjemputnya teranyata orang Vietnam yang ngomongnya cangcingcong saya tidak mengerti. Sopirnya dari Malaysia dan mobil itu isinya 9 orang..yang orang Indo cuma 3, kami dan satu orang lagi. Perjalanan memakan waktu 1 jam sampai ke perkebunan anggurnya.


Perkebunannya sih bagus...langitnya biru banget...bukit2nya juga kaya padang teletubbies dan ada rumah di atas bukit seperti di buku Anne of Green Gables...seharusnya memetik anggur bersama suami di kebun anggur yang indah ini akan menjadi hal yang romantis. Sayangnya yang terjadi adalah kami kerja dengan mandor orang Vietnam yang terus bilang "you are too slow" padahal kami sudah berusaha menggunting anggur secepat mungkin. Ditambah lagi waktu saya kebelet pipis dan tanya dimana toilet...mandornya bilang, "toilet is everywhere". Gpp sih...tapi kalau ga ada semak2 rimbun kan saya takut diintip waktu pipis. Setelah makan siang lebih parah lagi karena mataharinya terik dan saya merasa seperti sedang di padang gurun karena haus. Untungnya boleh makan anggurnya daripada ga ada. Menurut saya kerja sebagai pemetik buah memang patut dicoba untuk pengalaman tapi kalau untuk selamanya sepertinya saya tidak kuat. Jadi kami cuma kerja sehari saja di kebun anggur. Mungkin lain kali kami mau mencoba kebun apel, ceri, tomat dan lain2. Sekarang kami kembali pengangguran......tapi siapa tahu besok pagi kami sudah mendapat pekerjaan lain yang sepertinya romantis? Begitulah hidup nomaden.......


11 comments:

Anonymous said...

Nice story Kris...really like it.
"Toilet is everywhere" artinya orang Vietnam itu cinta banget ma alam, soalnya segala kotoran kan isa jadi pupuk kompos..wkwkwkwk
Loh jadi cuma 1 th dulu di Oz? baru 5 hari aja kaya gini ya, pa lagi 365 hari...so pasti seru..
Emang rasanya KFC disana beda gima asih?
Selamat berjuang dengan suami tercinta
(Lanny)
PS : aku mau jd follower blog ini, gimana caranya?

~ jessie ~ said...

Whoaaa... udah sampai sana, Kris?? Asik nggak?? Huaaaa aku pengen balik sana lagiii.... T_T
Udh dpt kerjaan lagi blom? Kalo blom mau aku kenalin ke temenku disana ga? Dia orang indo tp punya perusahaan sendiri disana.
Have fun disana yaaaa...jadinya cm 1th kah?? Enjoy ur HOLIDAY!!! ;)

kristina_pagliuca said...

lanny: ahahaha..bener juga...kayanya sekalian buang hajat sekalian menyuburkan anggur2nya.
iya cuma setahun pake visa ini sambil nunggu pengumuman pengajuan permanent residenceku.
rasanya kurang berbumbu trus ayamnya lebih gede dan berlemak trus ga ada nasi dan sambelnya..cuma ada saos tomat trus ada yang namanya gravy (rasanya mirip bubur singkong rebus dikasih kuah kari)
kalo mo jadi follower bikin email di gmail dulu...trus klik follow

jessie:woi jes...di sini asik yooo pantes dirimu pengen balik lagi..yang paling asik soale ga gerah dan ga polusi..plus ga macet...

Cendol Dan Bata said...
This comment has been removed by the author.
Cendol Dan Bata said...

Film keanu reaves itu kynya judulnya Walking in the cloud (kalo ga salah).
btw, kayanya cukup kali ya, ga usah nyoba kebun tomat, apel, ataupun ceri. kayanya semua sama aja. emangnya kamu ga kapok?

Petter

d'anderson said...

alo ce kris, hidup nomaden kyknya kisya (baca diblk), seru amat petualangannya di oz ,

very inspiringg, dah 5 hari berasa panjang ya ..mgkn sehari berasa 24 jam ya(lah emg iya),
tp ditunggu kelanjutan crita2 di perkebunan anggurnya, en lain2nya .. good luckk

Grace Receiver said...

Filmnya Keanu judulnya A Walk in the Clouds. Seingat saya di film itu Keanu jadi sales penjual cokelat. Mungkin selama belum dapat pekerjaan baru, kamu bisa jualan cokelat juga seperti Keanu :-)

Anonymous said...

wahhh,seru yah petualangan cc.... iri dh.... hahaha.... semangat yah ci.... sering2 nulis blog yah. nti aq baca tiap x update-an terbaru. aq senang dh baca2 blog ttg petualangan gt.... smga suatu hari aq bs kyk gt jg dh. heheheh.... :P semangat yah buat ci Kris n Petter... ^^


-Irene-

wongmuntilan said...

Wah senengnya dah sampe Oz... mana menetap di sana minimal setahun, lagi ^^
Baik-baik di sana ya Kris, take care, aku yakin kamu pasti bisa meraih kesuksesan ^^

Btw, boleh makan anggur gratis gak sambil kerja? Kalo boleh, asyik banget ^^

Ohya, judulnya A Walk in The Cloud kalo gak salah ^^

Sri Riyati said...

Kristina aku wes nulis komen dowo dan ilang! Sebeeeeeel. Sori yo aku nembe nulis saiki karena aku rak ono internet ning omah. Aku nebeng internet kantor tapi komputere cuman 2 dan secara aku nggak punya meja sendiri(!) aku harus gantian pake sama admin. Belom lagi aku lagi cari info ttg sekolah jadi aku belum sempet komen...pas aku ngenet lama2 malah kantore wes pak tutup. Walah. Eh kok malah curcol ttg masalahku selain kymco yang gak bisa dimasukin rumah haha.

Aku seneng moco ceritamu. Dadi inget film independen kae tentang imigran Nigeria sing golek duit ning Prancis trus jualan ginjal segala. Nek rak salah judule Dirty Pretty Things. Huehehe. Becanda.

Emang seng jenenge petualangan kuwi yo ngono, orak ngerti besok kepiye. Segala panca indera terangsang. Nek rak berpetualangan ki dewe dadi tumpul, soale terjebak dalam rutinitas kaya robot. Nek kita meninggalkan zona nyaman dadine kita bebas, rasane segala kemungkinan ada, beda dan menarik. Aku seneng kowe melakukan ini!!!!! Pasti akhirnya nanti bisa nemuin kerjaan yang 'cocok' tapi proses nyarinya kan juga cerita tersendiri yah.

Aku tunggu apdetanmu selanjutnya. Oiya kalo udah punya alamat bilang, nanti aku kirimi surat yang romantis.

Dari Anne of Green Goblin ke Anne of Green Hornet. Lop yu...

IBU HAYATI said...

Saya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan MBAH KABOIRENG dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi MBAH KABOIRENG dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan MBAH KABOIRENG meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan MBAH KABOIRENG kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik MBAH KABOIRENG sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja MBAH KABOIRENG DI 085_260_482_111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK_GHOB_2D_3D_4D_6D_DISINI















Saya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan MBAH KABOIRENG dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi MBAH KABOIRENG dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan MBAH KABOIRENG meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan MBAH KABOIRENG kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik MBAH KABOIRENG sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja MBAH KABOIRENG DI 085_260_482_111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK_GHOB_2D_3D_4D_6D DISINI

Jam

Sejujurnya, inilah Ria dan Kristina...

Ria dan Kristina, sama-sama punya ide-ide yang nggak masuk akal saking nggak bangetnya pikiran kami berdua. Obrolan kami ini, berkat kemajuan jaman dan menjamurnya aplikasi internet (hiduplah Indonesia Raya!), kami sekarang bisa tuangkan di blog. Dulu kami suka ngetik-ngetik pake mesin ketik manual di belakang kertas HVS A4 bekas fotokopian. Tapi tetep aja kami tidak berhenti menulis. Kata pepatah: setipis-tipisnya tinta masih lebih tajam dari ingatan manusia. Kata Pramoedya: menulis berarti memetakan sejarah. Halah, kalo tulisan kita mah sebenernya gak ada hubungannya ama sejarah. Cuma mengukirkan betapa masa muda kami ini sangat indah. Dan jelas nggak mutu isinya. Jadi, mending kalo sisa-sisa waktu dan pengen baca yang tidak terlalu berguna sajalah baru buka blog kami... Tapi apapun komentar, masukan dan pendapat teman-teman, semuanya adalah cendera mata yang indah buat kami...

Ria dan Kristina (hualah, koyok undangan penganten. Amit2 deh. Lesbong juga pilih-pilih ah...)

About Us

My photo
pindah2..tergantung mood, Indonesia
Sri Riyati Sugiarto (aka Ria) adalah cewek kelahiran limpung..(pinggiran kota Pekalongan)..habis sekolah di SMU St. Bernardus Pekalongan trus kuliah kedokteran di Undip Semarang..sementara Kristina Melani Budiman (aka Kristina) juga lahir di Pekalongan trus satu SMU ama Ria dan kuliah di Atma Jaya Jogjakarta. kami kenal di kelas 3 SMU tapi mo duduk bareng selalu ga bisa gara2 terlalu cerewet dan kalo duduk sebangku selalu bikin keributan karena hobinya menggosip jadi terpaksa sampai sekarang tidak pernah duduk bareng..untungnya kita ga satu kampus :p