Sunday, December 27, 2009

Natalan 2009

Sori ya Kris. Numpang iklan bentar, sekilas info diantara laporan honeymoonmu yang part 2 dan 3 (aku tunggu-tunggu, beneran, tapi aku tahu kamu sekarang lagi sibuk Pekalongan-Jakarta PP, sambil nyari-nyari bis yang gak ada kecoanya. Semoga sukses!). Aku cuman pingin nulis tentang Natalanku tahun ini. Pinginnya sih, sumprit, ini betul-betul yang aku pinginin sejak awal: menulis tentang hal-hal yang aku syukuri karena aku bisa natalan bareng keluargaku di desa Limpung yang tercinta, semua sehat-walafiat, tidak kekurangan apapun, kami kumpul bareng dan ngerayain Natal dengan sederhana tapi penuh damai sukacita di hati. Tapi, versi jujurnya bukan seperti itu.

Bokapku masih sibuk cari duit seperti biasa. Mungkin berharap kali ini lebih banyak duit yang tercecer di jalan jadi bisa diambilin. Aku ditanya sama teman sekerja sebelum pulang kampung, "Kalau Natalan di rumah acaranya apa?" Aku diam sebentar, mikir acara macam apa yang aku harapkan. "Biasanya kumpul aja sekeluarga, adik-adik datang dari luar kota, trus kita makan bersama. Paling ada kue-kue bikinan ibu," Harapanku memang terlalu tinggi. Seumur hidup, nyokapku belum pernah bikin kue (tapi aku sangat optimis barangkali suatu saat nyokap tergerak ikut kursus bikin kue). Sudah syukur alhamdulilah kalau saja nyokap berhenti mengeluh tentang hal-hal yang menyebalkan menyangkut bokap. Dua adek cowokku dateng terlambat sehari dan dua hari setelah Natal, tapi mereka tidak kelewatan acara apa-apa karena hari Natal itu di rumah tetap hari kerja seperti biasa (kalau lebaran baru libur, karena pasarnya tutup). Pas adek cowokku datang, adek cewekku malah nginep 2 hari di Semarang karena reunian ama temen-temen SMUnya. Praktis, tidak ada acara kumpul bareng yang sesungguhnya. Tapi yang paling mengganggu sebetulnya adalah karena tidak ada seorang pun yang merasa terganggu. Sepertinya wajar-wajar saja kalau semua pada dateng dan pergi trus sibuk sendiri-sendiri. Jadi ngapain aku pulang dong?

Untungnya ada reunian SMUku juga di Pekalongan. Meskipun sebentar, aku lumayan terhibur karena setidaknya ada gunanya gak tinggal di kost-kostan sendiri dan merawat tanaman-tanamanku saja. Di reunian ini ada beberapa temenku yang datang sama pasangannya, yang adalah juga pacar mereka di SMU. Istilahnya pacar veteran. Aku kagum pada orang-orang ini, yang pacaran ampe belasan tahun dan menikah dengan orang yang sama. Pasalnya, dulu sekolah kita itu terkenal dengan anak-anak bermasalah; yang suka pacaran seenaknya, putus sambung, gonta-ganti pasangan, putus sekolah, kabur, kecelakaan dan seribu satu kenakalan remaja yang lain (pokoknya mirip banget ama pilem Dangerous Mind-nya Michelle Pfeiffer). Tapi setelah melihat temen-temen kita sekarang, kelihatannya....beda. Saking bedanya sampai jadi gak kenal=). Rasanya seperti di hot seat who wants to be millionaire waktu ditanya, "Masih inget dia?". Kristina yang baru aja nikah sama Piter diusulin kalo anaknya nanti dikasih nama Krispi (Kristina-Piter) dan meskipun nama ini kedengaran garing dan tidak keren babar blas, tetap saja idenya lumayan bagus. Kristina bilang temen kami yang namanya Hepi klihatan sangat kebapakan waktu sama anaknya, padahal dulu waktu SMU kayaknya susah membayangkan dia adalah pria yang bertanggung jawab (peace!). Istri Hepi yang juga temen SMU kita (mereka termasuk pasangan veteran) bilang Piter juga bakalan kebapakan kalo sudah punya anak nanti. Aku langsung membayangkan Piter menggendong Krispi dengan penuh kasih sayang. Kok susah ya? Lagian si Krispi ini cowok atau cewek sih? Trus alisnya lancip tidak? Aku kan perlu banyak informasi untuk bisa membayangkan secara nyata...Intinya sih, aku bahagia bisa ketemuan lagi sama mereka. Beberapa diantaranya sudah gak pernah ketemu selama sepuluh tahunan.

Kembali ke masalah Natalanku. Memang sih, menarik atau tidak menarik aku tetap berusaha menyempatkan waktu bersama keluargaku. Tapi bukankah kita tidak bisa memaksakan pikiran ke orang lain? Aku kan nggak bisa bilang, "Bapak, sekali saja dalam setahun, berhentilah sejenak mikirin duit. Taruh makanan di meja, siapkan kasur tambahan di kamar, duduk dan bicara sama anak-anak,". Soalnya, berkebalikan dengan khayalanku di atas, di rumahku nggak ada makanan, karena biasanya cuman ada Bonyok doang dan ibuku tidak pernah masak (inilah kenapa aku tergila-gila pada Martha Stewart). Trus cuma ada 2 kamar selain kamar mereka. Tiga kasur. Sementara anaknya empat. Kalau semua di rumah bakalan bingung tidur dimana salah satunya. Kalau selesai makan, Bokap tidak akan duduk-duduk untuk ngobrol. Langsung bubar jalan entah kemana. Sementara Nyokap akan tinggal lama untuk bercurhat ala ibu-ibu dan adek-adek akan stay tune di HP mereka masing-masing karna udah bosen ndengerin keluhan tentang Bokap. Oh sudahlah, aku juga jadi nyinyir curhat tentang Natalanku yang tidak sesuai impian. Memangnya kenapa? Hidup toh tidak sempurna. Mungkin tahun baru nanti aku tidak akan di rumah, mau kumpul-kumpul temen aja dan makan-makan bersama. Sambil berdoa, semoga tahun depan Nyokap belajar bikin kue. Dan Bokap belajar untuk menikmati liburan, bersama anak-anaknya. Amin ya Robbal Alamin...

12 comments:

sibaho way said...

Merry Christmas... saya kok suka senyum sendiri ya klo ngebayangin bapaknya :)

wongmuntilan said...

Merry Christmas Ria...
Natalanku tahun ini juga biasa-biasa aja kok, tapi setidaknya kita semua sehat-sehat ya, itu yang penting :)

Sri Riyati Sugiarto & Kristina Melani Budiman said...

Makasih. Kemaren moodku lagi nggak enak banget haahahaha. Makasih ya atas dukungannya...emang lucu kok Bokapku. Kecuali kalo dilihat dari sudut pandang anaknya hik hik...^_^

Sri Riyati Sugiarto & Kristina Melani Budiman said...

Oya San met Natal juga...

Fanda said...

Memang Ria, semua org pengen merasakan natal yg ideal. Masalahnya, ga ada yg namanya sempurna. So, kupikir lebih baik kita terima aja apa yg ada sepanjang kita tetap ingat akan makna natal yg sesungguhnya yg (moga2) telah lahir di hati kita semua. Anyway, kebahagaiaan natal mungkin bisa kamu nikmati bersama temen2 aja.

Met Natal ya!

Sri Riyati Sugiarto & Kristina Melani Budiman said...

riaaa....tenang wae nek soal bapak yang aneh, kowe ada temene..bapakku aneh, bapak mertuaku juga aneh..plus ada satu lagi yang super aneh hihihihi (kowe tau siapa). jadi soal yang aneh2 mesti ono koncone. nek diliat dari sudut pandangmu mungkin rak lucu yo kowe nek ndelok bapakmu..tapi kan kowe nulis iki dadi iso menjadi berkat bagi orang laen (nggawe ngguyu). tur pas aku moco..aku jadi ngerasa bersyukur..aku natalan masih bisa bareng keluarga. dan aku seneng bisa reunian bareng temen2 pkl terutama kowe...acik acik...

Merry Xmas all....

Sri Riyati said...

Met NAtal juga Fanda. Semoga NAtalmu indah...

Vicky Laurentina said...

Hohoho! Ria, apa dirimu berharap bapakmu kocak mirip Homer Simpson? Mungkin memang bapakmu yang rada afek datar. Hihihi..

Nggak pa-palah, Ria. Tahun depan, bikin Natalmu meriah sendiri. Bikin kue-kuemu sendiri, gantung mistletoe sendiri, and so on. Dan peraturannya cuma satu: Untuk proyek ini, jangan pernah libatkan orang tua. Ayah dan ibu tidak pernah mau tahu keinginan kita, Ria. Atau mungkin mereka tahu, tapi tidak menganggap itu penting buat diwujudkan.

Selamat Natal. Lihat dirimu sekarang, sedang bersenang-senang di atas kereta menuju Bandung kan? :-)

It's Me Joe said...

sukur masih bisa natalan bareng 2 ortu...

Hendriawanz said...

Masih ada kok orang di tempatku yang melewati natal tidak seperti yang dibayangkan orang-orang. Dia malah pengin tetep di tempat kerja, karena di situ pasti banyak orang. Dan aku tau siapa dia.
So, yang penting jalanin aja yang ada sebaik2nya. Have a nice day dan lam kenal.

jc said...

Sementara natalku tahun ini cukup berkesan karena naskah yg takbikin dimainin di gereja dan katanya lucu.. *pamerrrrr... wkakakaka*
Met natal dan tahun baru ya... ga sempet ngeblog.. ga sempet onlen... ke luar kota dan sibuk juga.. hiks hiks... Emg sebel jg kalo natal ga seperti yg diharapkan.. tapi kalo semua seperti yg diharapkan hidup jadi ga menarik kan? hehehe.. biarpun punya papa aneh, tapi yg penting pny papa.. papiku yg biasa aja udh ga ada apalagi yg aneh.. heehehehe

Sri Riyati said...

Sodara-sodara, internetku lemot banget. Bukan speedy tapi sepeda. Aku berharap natalan dan tahun baru (yang udah gak terlalu baru lagi) sodara semua baik dan menyenangkan. Kalo tentang natalanku itu, sebabnya cuman harapan yang terlalu tinggi aja. Dari dulu keluargaku afeknya memang datar. Mangkanya juga aku bisa kemana-mana dan nggak ada yang terlalu mengkuatirkan, dan ini aku syukuri. Aku tahun baruan ama temen di Bandung dan cukup bahagia karenanya. Memang ada orang yang gak punya tempat yang bisa disebut "rumah" dan menemukan rumahnya di tempat lain, seperti tempat kerja misalnya. Berbahagialah yang puna keluarga dan ruma yang hangat, itu tidak ternilai harganya! Selamat menjalani 2010 dengan penuh semangat aja pokoknya!

Jam

Sejujurnya, inilah Ria dan Kristina...

Ria dan Kristina, sama-sama punya ide-ide yang nggak masuk akal saking nggak bangetnya pikiran kami berdua. Obrolan kami ini, berkat kemajuan jaman dan menjamurnya aplikasi internet (hiduplah Indonesia Raya!), kami sekarang bisa tuangkan di blog. Dulu kami suka ngetik-ngetik pake mesin ketik manual di belakang kertas HVS A4 bekas fotokopian. Tapi tetep aja kami tidak berhenti menulis. Kata pepatah: setipis-tipisnya tinta masih lebih tajam dari ingatan manusia. Kata Pramoedya: menulis berarti memetakan sejarah. Halah, kalo tulisan kita mah sebenernya gak ada hubungannya ama sejarah. Cuma mengukirkan betapa masa muda kami ini sangat indah. Dan jelas nggak mutu isinya. Jadi, mending kalo sisa-sisa waktu dan pengen baca yang tidak terlalu berguna sajalah baru buka blog kami... Tapi apapun komentar, masukan dan pendapat teman-teman, semuanya adalah cendera mata yang indah buat kami...

Ria dan Kristina (hualah, koyok undangan penganten. Amit2 deh. Lesbong juga pilih-pilih ah...)

About Us

My photo
pindah2..tergantung mood, Indonesia
Sri Riyati Sugiarto (aka Ria) adalah cewek kelahiran limpung..(pinggiran kota Pekalongan)..habis sekolah di SMU St. Bernardus Pekalongan trus kuliah kedokteran di Undip Semarang..sementara Kristina Melani Budiman (aka Kristina) juga lahir di Pekalongan trus satu SMU ama Ria dan kuliah di Atma Jaya Jogjakarta. kami kenal di kelas 3 SMU tapi mo duduk bareng selalu ga bisa gara2 terlalu cerewet dan kalo duduk sebangku selalu bikin keributan karena hobinya menggosip jadi terpaksa sampai sekarang tidak pernah duduk bareng..untungnya kita ga satu kampus :p