
Orang bilang sesuatu itu harus hilang dulu baru kerasa ada. Mungkin memang benar. Banyak hal kita anggap wajar saja ada atau memang sudah seharusnya begitu, sampai kita ada dalam kondisi tidak punya dan tidak ada yang berjalan seperti seharusnya. Contohnya adalah mesin gelembung ikan mas koki saya. Saya punya akuarium kecil yang saya taruh di kamar (karena ngekost tidak ada ruangan yang lain. Masa mau saya taruh di garasi?), di meja sebelah tempat tidur. Mesin gelembungnya berbunyi seperti traktor dan saya sebenarnya merasa agak terganggu dengan suara berdengung yang agak mirip ikan ngorok (emang ikan bisa ngorok?). Pokoknya saya bahkan berpikir untuk merancang akuarium yang lebih modern, dengan mesin yang nyaris tak terdengar. Suatu hari listrik mati. Dengungan itu tidak terdengar. Sunyi. Saya tidur lebih nyenyak dari biasanya. Tapi saya kelabakan begitu sadar bahwa gelembungnya mati! Teman sekost menyarankan saya untuk meniup-niup sendiri gelembungnya, blekuthuk...blekuthuk...atau menCPR ikan-ikan mas koki itu satu-satu. Benar-benar susah cari ide bagus belakangan ini. Intinya, saya merindukan dengungan mesin gelembung sialan itu!
OK. Mesin gelembung bukan contoh yang bagus tentang perasaan kehilangan yang sebenarnya. Apakah teman-teman punya pengalaman serupa? Sesuatu yang kita keluhkan kemudian tidak ada dan kita rindukan? Berbagilah bersama saya!
Saya nebeng mengumumkan pembukaan blog baru saya. Akibat adanya protes terhadap postingan saya yang berbahasa Inggris, saya memutuskan untuk membuat blog terpisah untuk bahasa kedua saya. Bila ada yang sisa-sisa waktu dan kurang kerjaan (misalnya nunggu dijemput atau nunggu hujan reda atau nunggu pesenan kwetiaw goreng dari warung sebelah) silahkan kunjungi "I spy with my little eye". Tidak harus komentar pakai bahasa Inggris. Saya cuma ingin menjadi ekspresif sebagai diri saya sendiri, baik dalam bahasa ibu saya maupun dalam lingua franca dengan teman-teman saya yang tidak berbicara dalam bahasa ibu saya. Ada beberapa alasan mengapa saya merasa perlu menulis dengan bahasa yang berbeda:
- Beberapa guyonan sensitif terhadap bahasa dan budaya sehingga suatu lelucon tidak akan dimengerti bila diterjemahkan. Contoh, yang bukan orang Limpung pasti bingung apa lucunya "Wong Limpung kudung sarung, wong kemplung kedarung-darung" karena kalaupun diterjemahkan akan kehilangan esensinya. (Halah, esensi apa ya dari kata "kemplung"?). Bapak saya selalu bilang "gendeng" dan "gendéng" artinya beda jauh. Yang satu artinya gila yang lain artinya genteng. Itulah artinya kesensitifan terhadap bahasa dan budaya=)
- Supaya si Kristina berhenti dituduh nulis yang bukan-bukan. Dia selalu menulis yang iya-iya, as a matter of fact =).
- Supaya lebih mudah monetize...konon katanya bisa dapet dolar (dasar money-eye/mata duitan).
- Supaya saya tahu seberapa kesalahan lexical/grammatical yang saya buat sendiri.
- Supaya bisa ngomongin orang2 tertentu (yang saya tahu males kalo baca bahasa Inggris, bukannya nggak mudeng sih). Hehe, jangan ada yang ngerasa ya. Makanya cek barangkali lagi diomongin...
Itu saja. Semoga hari ini kita semua jadi lebih bersyukur terhadap apa yang kita punya, meskipun mulanya kelihatan nggak sesuai harapan. Ciao!
