Thursday, May 17, 2012

Helen Barbara

Helen Barbara adalah teman yang saya kenal cuma lewat kirim2an kartu pos dan surat. Itupun bisa dibilang saya tidak pernah berkomunikasi secara pada umumnya karena saya tidak bisa membaca apa isi surat dan kartu pos dari dia. Bisa dibilang HB (singkatan dari Helen Barbara) adalah teman saya yang paling unik. Inilah beberapa contoh "surat" dari HB.

Kartu pos dari HB

Kartu natal dari HB
Setiap kali saya mengirim surat atau kartu pos, dia selalu membalas. Bahkan pernah dia mengirimkan 3 kartu pos Selamat Paskah. 

Bagaimana saya bisa kenal dengan HB? Asal mulanya adalah waktu Tika, adik saya sedang jadi relawan setahun di Camphill Holywood, Northern Ireland. Camphill adalah organisasi yang merawat orang2 cacat supaya bisa bekerja dan beraktifitas seperti orang normal. Camphill ada banyak macamnya...dan tempat Tika jadi relawan kebetulan bentuknya adalah cafe/bakery. Tugas Tika di sana adalah kerja di cafe itu, bikin roti dan kue2 serta mendampingi orang cacat yang tinggal di situ. Orang itu adalah HB. HB umurnya mungkin 40 tahun an. Dia bisu tuli tapi dia punya bakat menggambar dan bakatnya itu yang dikembangkan di Camphill.

Suatu hari waktu Tika sedang bersantai bersama HB di hari libur, saya telpon Tika via video chat Yahoo Messenger. Kebetulan HB melihat dan dia pengen ikut2an ngobrol lewat video chat YM. Dia kelihatan senang banget diajak ngobrol walaupun kami sama2 tidak saling mengerti. Suara HB hanya teriakan2 tanpa arti...cit cit cuit gitulah kedengarannya. Saya juga ga bisa bahasa isyarat. Akhirnya cuma saling senyum2 dan melambaikan tangan. HB waktu itu sedang menggambar foto dia waktu liburan musim panas. Saya bilang ke Tika mau ga HB melukis foto saya. Tika bilang ke HB pakai bahasa isyarat dan HB nya mau. Saya cukup mengirimkan foto saya. Setelah berminggu2 akhirnya datanglah lukisan dari HB.......bagaimana??? Mirip tidak???



Ini foto aslinya...


.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ini adalah lukisan HB....jreng 1234567x....siap2 surprise!!!!


Thanks HB for the cutest painting hehehehe


Monday, December 26, 2011

Natal Pertama di Sini

Hiasan Natal di altar gereja Holy Eucharist, St. Albans
Lama banget ya blog ini ditinggal pemiliknya yang lagi sibuk dengan urusan masing2. Salah satunya sedang sibuk dengan ujian sementara saya sendiri sibuk kejar setoran. Saya menulis ini spesial ga pake telor buat Ria untuk berbagi cerita indah dan romantis saya bersama Gilbert di hari Natal pertama di antah berantah. Saya tidak ingat apa yang terjadi di hari Natal tahun lalu. Tapi saya menulis Natal tahun ini supaya saya bisa ingat2 lagi di masa depan karena Natal ini adalah awal kehidupan yang baru.

Salah satu impian saya sejak kecil adalah saya ingin tinggal di luar negeri. Saya waktu itu belum tahu bagaimana caranya supaya bisa tinggal di luar negeri. Sampai akhirnya lulus kuliah dan bekerja belum juga nampak tanda2 impian saya bisa terkabul. Untungnya suami saya sendiri tidak menghalangi impian saya itu. Banyak rencana yang tidak tidak terwujud yaitu rencana kami untuk menetap di Singapura karena universitas tempat saya menuntut ilmu tidak termasuk dalam list universitas yang bisa untuk apply Permanent Resident (PR) Singapura. Akhirnya saya mendapat info untuk migrasi ke negeri Kanguru dari seorang kakak angkatan waktu kuliah. Ada maksudnya juga ya kenapa saya dulu berjodoh dengan universitas Atma Jaya.

Singkat cerita saya dan suami bisa sampai ke OZ (Australia) tanggal 10 Maret 2011. Kami memakai work and holiday visa, kami bisa kerja dan berlibur selama setahun di oz. Sebelum itu di bulan Oktober 2010 kami apply PR Australia memakai background dan pengalaman kerja saya di bidang Akuntansi. Kami juga tidak berharap banyak PR kami disetujui karena banyak sekali yang bilang kalau sekarang susah untuk mendapatkan PR.

Namun....bulan Oktober kemarin kami mendapatkan kabar dari agen migrasi saya bahwa PR kami dalam proses disetujui. Kami disuruh tes kesehatan dan kalau sehat2 saja, PR kami akan disetujui. Benar2 seperti mendapatkan durian runtuh (ga pakai kulitnya). Akhirnya tanggal 4 Desember 2011 kami resmi datang ke Australia sebagai Permanent Resident dan bisa menetap di sini.

Kembali ke acara Natal kemarin, malam Natal kami pergi ke gereja dekat rumah yaitu Holy Eucharist. Gerejanya kecil kalau dibanding gereja2 di Indonesia pada umumnya. Umatnya juga tidak terlalu banyak. Ada beberapa perbedaan gereja di sini dan di Indo:

  1. Umatnya tidak sebanyak di Indo, malah pada umumnya yang ke gereja adalah para manula.
  2. Pastor benar2 melayani umat. Pernah waktu selesai misa, pastornya yang membereskan kursi plastik tempat umat duduk di luar gereja. Lalu waktu Petter ke gereja di hari biasa untuk main basket, dia melihat pastor sedang membersihkan sampah di halaman gereja. 
  3. Yang membagikan komuni bukan pro diakon berseragam tapi umat biasa. Mungkin hanya sedikit yang mau melayani, jadi tidak perlu ribet2 kursus untuk jadi pro diakon.
  4. Di samping pembagi komuni ada orang yang memegang piala berisi anggur dan umat bisa minum bersama2 dari piala itu. Saya sih cuma mencoba sekali minum anggurnya karena rada gimana gitu minum dari gelas yang sama dengan banyak orang.
  5. Petugas koor nya itu2 aja..kembali lagi mungkin cuma sedikit orang yang mau melayani.
Membahas misa malam Natal kemarin, ternyata lumayan banyak orang yang datang ke gereja sampai berdiri di luar gereja. Pastor yang sangat pengertian ini pun hanya memberikan kotbah yang super singkat karena dia bilang dia takut orang2 yang berdiri itu pingsan kalau berdiri terlalu lama. Kotbah pastornya adalah, "Selamat Natal dan Tahun Baru...sampai ketemu di misa Tahun Baru yaa." Saya cuma bisa melongo..ya ampun....kok kotbahnya singkat banget walaupun dalam hati senang karena pastor pengertian. Saya juga biasanya ngantuk kalau mendengarkan kotbah terlalu lama.

Hari Natal...saya habiskan dengan jalan2 ke pantai St. Kilda bersama Petter dan Dewi (teman kuliah yang baru datang dari Indo). Di sini Natal pas musim panas, kebalikan dari Eropa yang bersalju, dingin dan bener2 white Christmas. Di sini Hot Christmas. Sayangnya cuaca buruk, di ramalan cuaca disebutkan akan hujan badai. Waktu kami sampai ke pantai baru sebentar langsung hujan deras. Akhirnya kami pulang ke rumah. Acara Natal yang tidak begitu romantis..tapi yang penting saya bahagia karena ini Natal pertama di sini dan masa depan yang lebih cerah sudah menunggu.
Merry Christmas...!!!!

Jam

Sejujurnya, inilah Ria dan Kristina...

Ria dan Kristina, sama-sama punya ide-ide yang nggak masuk akal saking nggak bangetnya pikiran kami berdua. Obrolan kami ini, berkat kemajuan jaman dan menjamurnya aplikasi internet (hiduplah Indonesia Raya!), kami sekarang bisa tuangkan di blog. Dulu kami suka ngetik-ngetik pake mesin ketik manual di belakang kertas HVS A4 bekas fotokopian. Tapi tetep aja kami tidak berhenti menulis. Kata pepatah: setipis-tipisnya tinta masih lebih tajam dari ingatan manusia. Kata Pramoedya: menulis berarti memetakan sejarah. Halah, kalo tulisan kita mah sebenernya gak ada hubungannya ama sejarah. Cuma mengukirkan betapa masa muda kami ini sangat indah. Dan jelas nggak mutu isinya. Jadi, mending kalo sisa-sisa waktu dan pengen baca yang tidak terlalu berguna sajalah baru buka blog kami... Tapi apapun komentar, masukan dan pendapat teman-teman, semuanya adalah cendera mata yang indah buat kami...

Ria dan Kristina (hualah, koyok undangan penganten. Amit2 deh. Lesbong juga pilih-pilih ah...)

About Us

My photo
pindah2..tergantung mood, Indonesia
Sri Riyati Sugiarto (aka Ria) adalah cewek kelahiran limpung..(pinggiran kota Pekalongan)..habis sekolah di SMU St. Bernardus Pekalongan trus kuliah kedokteran di Undip Semarang..sementara Kristina Melani Budiman (aka Kristina) juga lahir di Pekalongan trus satu SMU ama Ria dan kuliah di Atma Jaya Jogjakarta. kami kenal di kelas 3 SMU tapi mo duduk bareng selalu ga bisa gara2 terlalu cerewet dan kalo duduk sebangku selalu bikin keributan karena hobinya menggosip jadi terpaksa sampai sekarang tidak pernah duduk bareng..untungnya kita ga satu kampus :p