| Petter membantu membuang sampah |
Acara rutin kami setiap hari adalah mengirit makan dengan cara beli roti gandum yang penuh serat dan kadang2 ada biji2annya seperti kuaci, beras, dll biar tidak sembelit dan murah meriah hepi.Setelah seharian makan roti, biasanya kami pergi ke food court di mall dekat tempat kami nebeng namanya Bayside Shopping Mall. Di situ saya paling suka beli dimsum di restoran cina namanya Shangrilla. Kenapa?Karena harganya paling murah. 80 sen per biji dan lumayan gede lho. Setiap hari pasti saya beli dim sum di situ karena kangen gorengan tidak ada yang jual. Tak ada gorengan dim sum pun jadi.
Suatu hari sewaktu saya membeli dim sum, saya iseng tanya di situ butuh karyawan ga. Trus si kasir bilang kalau kebetulan lagi butuh kitchen hand. Dia suruh saya memberikan CV saya. Saya kasih CV saya dan Petter karena si kasir bilang ntar bosnya yang memutuskan siapa di antara Petter dan saya yang akan dipekerjakan. Seteleh menunggu beberapa menit, si kasir bilang kalau saya yang terpilih (karena dia lebih suka cewek) dan keesokan harinya saya disuruh try out 1 jam kerja. Kalau kerja saya dianggap cukup cepat, saya diterima.
Keesokan harinya hari Rabu tanggal 16 Maret 2011, saya pun datang ke restoran Shangrilla langsung bertemu dengan Mr. J (nama samaran) si pemilik resto. Dia menyuruh saya memotong seledri raksasa. Biasanya di Indo kan seledrinya kecil2 ya, di sini seledri bentuknya segede gaban dan anehnya yang dimakan adalah batangnya, daunnya malah dibuang (pemborosan batin saya). Setelah memotong seledri, saya disuruh memotong timun raksasa (zuchini) dan kembang kol. Saya sebenarnya kurang ahli di dapur tapi thanks to mami saya yang buka restoran mie ayam..jadi saya ada terlatih sedikit memotong sayur, mencuci piring dan memasak2. Setelah 1 jam saya deg2an juga diterima atau tidak karena saya megang pisau saja masih salah2, motongnya tidak secepat saya mengetik. Thanks God deh...karena ternyata saya.....jreng123456x diterima. Horeeee... dan disuruh bekerja keesokan harinya Kamis 17 Maret 2011, tepat seminggu sejak saya datang ke Oz.
Hari pertama saya bekerja, malamnya saya tidak bisa tidur karena tangan saya encok. Sakit banget sampai saya minum Panadol buat penahan rasa sakit padahal selama di Indo saya kira Panadol itu obat sakit gigi. Tugas saya bukan lagi memilah2 faktur pajak, lapor pajak dan mengetik2 tapi sekarang saya adalah si pemotong sayur, pencuci piring dan pembuat macam2 mie mulai dari mie pangsit sampai mie kuah kari. Apakah saya enjoy? Tentu saja..karena gaji saya jadi kitchen hand ini lebih besar dari gaji saya kerja kantoran. Malah bisa sambil menguruskan badan. Di sini saya menemukan beberapa hal yang bikin saya heran:
- Raine, host saya ini pekerjaannya adalah seorang forklift driver tapi tanggal 2 April nanti dia mau jalan2 2 minggu ke Eropa. Ya ampun,,,di Indo gaji forklift driver di gudang gitu boro2 bisa cukup buat nguliahin anak.
- Di tempat saya nebeng ini ada 2 bule lagi yang sedang nebeng juga yang berasal dari Slovenia. Cowoknya itu pekerjaannya post man..tapi bisa jalan2 sampai ke Australia dan New Zealand. Kalau cuma jalan2 ke Eropa ya tidak heran lah karena Slovenia juga di Eropa...tapi mereka bisa sampai ke sini...benar2 deh salut.
- Katanya sih tukang listrik adalah pekerjaan yang menjanjikan di sini karena dibayar mahal banget.
- Jadi tukang tato di sini sangatlah menghasilkan uang banyak. Tato kecil yang di Jogja mungkin cuma 100rb rupiah..di sini dihargai minimal 100 AUD alias 800rb. Seandainya saya bisa menato ya.
- Kerja 1 jam di sini bisa buat beli 2 gelas Starbucks....sementara saya dulu mau beli Starbucks aja mikir2...T-T (curcol)
