Pada Jumat pagi minggu kemarin Petter (calon saya) dan saya berangkat dari Jakarta ke Tangerang jam setengah 5 pagi untuk make up di salon. Setelah selesai di make up, kami cepat2 naik taksi ke Stasiun Gambir untuk mengejar kereta ke Cirebon jam 9.35. Membutuhkan waktu 3,5 jam naik kereta dari Jakarta ke Cirebon. Lihatlah tante bridal salon sangat pengertian karena perjalanan jauh maka make up saya dibuat menor.
Ini foto yang diambil di kereta...saya mayuuu...karena sepanjang jalan di stasiun banyak yang menatap saya dengan sembunyi2 maupun terang2an...mungkin mereka pikir ada artis dari mana gitu.<
Petter dan saya sampai di Cirebon pukul 1 siang dan langsung dijemput oleh sang fotografer bernama Jemmy Mandolang naik mobil pick up (untuk menghemat sewa mobil). Usaha Jemmy yang sebenarnya adalah Toko Bina Harapan A&G (bukan art and glamour tapi Alumunium and Glass). Pekerjaan dia adalah membuat etalase. Kalau teman2 bertanya saya foto di mana..pasti saya akan menjawab "O..saya foto di studio toko etalase". Pasti tidak ada yang akan mengembari kan?
Setelah makan di restoran Olla Olla, maka Petter dan saya pun berganti baju pengantin untuk memulai sesi pemotretan pertama yang berlokasi di hutan pinus. Tentu saja kami berangkat naik mobil pick up nya Jemmy beserta asisten nya bernama Mas Tar. Mas Tar ini profesi sehari2 adalah tukang buat etalase. Namun untuk dua hari kemarin dia bisa menambahkan profesi asisten fotografer di CV nya.
Foto pertama diambil di hutan pinus dengan ditonton banyak orang. Bagi yang ingin melihat Mas Tar sang asisten fotografer bisa melihat di foto pojok kanan atas ada tangan memegang blitz. Mas Tar maafkan saya, saya tidak bisa menampilkan foto Mas Tar dengan anggota badan lengkap.
Sehabis di hutan pinus, kami pergi ke tempat penambangan batu di dekat situ. Saya terobsesi sebuah foto yang diambil dari reality show We Got Married yaitu serial korea dimana beberapa artis dipasangkan untuk berpura2 menjadi suami istri. Pasangan favorit saya adalah pasangan yang ceweknya lebih tua 6 tahun yaitu Hwang Bo dan Kim Hyun Joong (Hwa Ce Lei nya korea). Saya sendiri lebih tua 2 tahun dari Petter jadi saya merasa sehati dengan pasangan Joong Bo itu. Ini adalah foto 100 hari pernikahan Joong Bo yang saya ingin tiru.
Dan inilah hasil foto Petter dan saya, mirip tidak? Karena Petter sudah menggendut jadi dia tidak bisa meloncat setinggi Hyun Joong. Tapi lumayanlah obsesi saya bisa tercapai.

Setelah sesi pemotretan di gunung batu, kami mengejar foto siluet di kuburan yang menyeramkan. Tidak usah saya pasang di sini karena nanti para pembaca merasakan keseraman foto itu. Karena saya tidak biasa difoto seharian, akhirnya saya lapar. Sebenarnya saya ingin makan kerang karena Cirebon adalah kota udang. Namun kata Jemmy bagaimana saya bisa makan kerang dengan baju pengantin. Tempat yang paling cocok untuk makan dengan baju pengantin tentu saja di KFC, jadi kami berempat makan di KFC. Benar2 pengalaman tidak terlupakan dimana semua pengunjung KFC melihat dengan pandangan mata kagum (atau heran ya?) ke arah kami.
Setelah selesai makan, masih ada satu sesi pemotretan lagi yaitu di balai kota Kuningan yang letaknya 1 jam naik mobil dari Cirebon. Dingin sekali di sana. Benar2 penuh perjuangan dan ini adalah hari yang sangat berkesan buat saya. Jadi melalui tulisan ini saya sangat berterima kasih kepada Jemmy sang fotografer dan Mas Tar sang asisten fotografer teladan. Pada penasaran ga liat mukanya sang fotografer? Silakan liat foto di bawah ini ya.

