Thursday, September 10, 2009

Pre Wed Aneh

Dari dulu selera saya aneh dan saya suka hal2 yang aneh2 dan teman yang aneh...seperti salah taunya adalah Mbak Sri dari desa Limpung. Jadi waktu saya mau foto pre wedding, saya ingin foto saya tidak ada yang menyamai. Tadinya saya sempat desperate dan saya pikir..ah yang penting foto murah aja daripada tidak sama sekali. Sampai akhirnya saya teringat teman saya di masa yang lampau pernah memotret saya dan pacar saya yang hasilnya cukup memuaskan. Alhasil saya menghubungi teman saya tersebut untuk memotret foto pre wed saya. Karena dia orang cirebon maka saya memutuskan untuk pergi ke Cirebon. Banyak yang bilang saya kurang kerjaan, untungnya calon suami saya itu orangnya juga suka yang aneh2 jadilah kami pergi dari Jakarta ke Cirebon hanya untuk foto pre wed.

Pada Jumat pagi minggu kemarin Petter (calon saya) dan saya berangkat dari Jakarta ke Tangerang jam setengah 5 pagi untuk make up di salon. Setelah selesai di make up, kami cepat2 naik taksi ke Stasiun Gambir untuk mengejar kereta ke Cirebon jam 9.35. Membutuhkan waktu 3,5 jam naik kereta dari Jakarta ke Cirebon. Lihatlah tante bridal salon sangat pengertian karena perjalanan jauh maka make up saya dibuat menor.
Ini foto yang diambil di kereta...saya mayuuu...karena sepanjang jalan di stasiun banyak yang menatap saya dengan sembunyi2 maupun terang2an...mungkin mereka pikir ada artis dari mana gitu.

<

Petter dan saya sampai di Cirebon pukul 1 siang dan langsung dijemput oleh sang fotografer bernama Jemmy Mandolang naik mobil pick up (untuk menghemat sewa mobil). Usaha Jemmy yang sebenarnya adalah Toko Bina Harapan A&G (bukan art and glamour tapi Alumunium and Glass). Pekerjaan dia adalah membuat etalase. Kalau teman2 bertanya saya foto di mana..pasti saya akan menjawab "O..saya foto di studio toko etalase". Pasti tidak ada yang akan mengembari kan?




Setelah makan di restoran Olla Olla, maka Petter dan saya pun berganti baju pengantin untuk memulai sesi pemotretan pertama yang berlokasi di hutan pinus. Tentu saja kami berangkat naik mobil pick up nya Jemmy beserta asisten nya bernama Mas Tar. Mas Tar ini profesi sehari2 adalah tukang buat etalase. Namun untuk dua hari kemarin dia bisa menambahkan profesi asisten fotografer di CV nya.

Foto pertama diambil di hutan pinus dengan ditonton banyak orang. Bagi yang ingin melihat Mas Tar sang asisten fotografer bisa melihat di foto pojok kanan atas ada tangan memegang blitz. Mas Tar maafkan saya, saya tidak bisa menampilkan foto Mas Tar dengan anggota badan lengkap. Sehabis di hutan pinus, kami pergi ke tempat penambangan batu di dekat situ. Saya terobsesi sebuah foto yang diambil dari reality show We Got Married yaitu serial korea dimana beberapa artis dipasangkan untuk berpura2 menjadi suami istri. Pasangan favorit saya adalah pasangan yang ceweknya lebih tua 6 tahun yaitu Hwang Bo dan Kim Hyun Joong (Hwa Ce Lei nya korea). Saya sendiri lebih tua 2 tahun dari Petter jadi saya merasa sehati dengan pasangan Joong Bo itu. Ini adalah foto 100 hari pernikahan Joong Bo yang saya ingin tiru.

Dan inilah hasil foto Petter dan saya, mirip tidak? Karena Petter sudah menggendut jadi dia tidak bisa meloncat setinggi Hyun Joong. Tapi lumayanlah obsesi saya bisa tercapai.



Setelah sesi pemotretan di gunung batu, kami mengejar foto siluet di kuburan yang menyeramkan. Tidak usah saya pasang di sini karena nanti para pembaca merasakan keseraman foto itu. Karena saya tidak biasa difoto seharian, akhirnya saya lapar. Sebenarnya saya ingin makan kerang karena Cirebon adalah kota udang. Namun kata Jemmy bagaimana saya bisa makan kerang dengan baju pengantin. Tempat yang paling cocok untuk makan dengan baju pengantin tentu saja di KFC, jadi kami berempat makan di KFC. Benar2 pengalaman tidak terlupakan dimana semua pengunjung KFC melihat dengan pandangan mata kagum (atau heran ya?) ke arah kami.

Setelah selesai makan, masih ada satu sesi pemotretan lagi yaitu di balai kota Kuningan yang letaknya 1 jam naik mobil dari Cirebon. Dingin sekali di sana. Benar2 penuh perjuangan dan ini adalah hari yang sangat berkesan buat saya. Jadi melalui tulisan ini saya sangat berterima kasih kepada Jemmy sang fotografer dan Mas Tar sang asisten fotografer teladan. Pada penasaran ga liat mukanya sang fotografer? Silakan liat foto di bawah ini ya.



Tuesday, September 8, 2009

Nikah Ngirit

Selama ini tulisan saya sepertinya tidak ada manfaatnya bagi pembaca...paling2 hanya membuat pembaca geleng2 kepala dan memikirkan..kok ada ya yang mau menulis kaya gini. Jadi hari ini mumpung daya ingat saya masih fresh..saya ingin membagi tips2 buat yang mau nikah dengan dana terbatas dan bahkan ga punya dana. FYI, saya rencananya akan menikah tahun ini dan karena saya dan pacar saya dananya terbatas maka kami menikah dengan pengiritan besar2an...tapi tidak berarti para tamu nanti akan diberi makan seadanya misal nasi tempe dengan sambal terasi beserta emping gratisan (minta sumbangan ama ria). Jadi inilah tips2 buat nikah gratis eh nikah ngirit:
  1. Belilah cincin kawin sesegera mungkin karena harga emas kemungkinan besar akan naik dalam sepuluh tahun mendatang. Selain itu seperti cerita yang saya baca di Chicken Soup, ada seorang wanita yang mendambakan pasangan hidup namun tak kunjung datang. Jadi suatu hari dia membeli celana jeans pria ukuran 34 or 43 (lupa saya) dan dipajang di dalam kamarnya. Setiap hari dia memandangi celana itu sambil berdoa supaya Tuhan mengirimkan jodoh yang tepat buat dia. Singkat cerita (kalo panjang ntar judulnya bukan nikah ngirit..tapi celana jeans pencari jodoh), akhirnya suatu hari ada cowok mengetuk pintu kamarnya...dan mereka ternyata berjodoh..dan ukuran celana cowok itu pas banget dengan celana yang dipajang di kamar cewek itu. Intinya yang saya mau bilang..belilah cincin supaya kita tersugesti untuk segera menikah. Saya membeli cincin tidak di mall karena pasti mahal. Saya beli di pasar Cikini yang terkenal lumayan murah. Dan tokonya juga jangan yang bagus2 karena pasti sewanya mahal sehingga harga barang2nya yang dijual pun akan mahal buat nutupin biaya sewa biar ga tekor.
  2. Dalam mencari gereja untuk pemberkatan janganlah gereja ber AC dan gereja2 gede karena pasti biayanya mahal. Tadinya saya mau menikah di salah satu gereja X (jangan disebut namanya) di Jakarta. Namun biayanya mahal banget. Untuk sumbangan listrik 250rb, uang AC 500rb, buat pastor minimal 750rb, dll. Waduh...bisa bokek saya. Akhirnya saya memutuskan pemberkatan di Tangerang saja yang ga berAC..walaupun nanti make up saya luntur paling tidak saya sudah hemat banyak uang bisa buat yang lain. Di greja Tangerang itu tidak perlu bayar uang AC...paling2 sumbangan sekedarnya buat tukang sapu (kata teman saya). Jadi yang terpenting adalah lokasi. Menikah di desa biaya lebih murah tapi mungkin teman2 saya tidak ada yang datang. Makanya saya memilih Tangerang, masih lumayan dekat dari Jakarta selain itu biaya juga jauh lebih murah.
  3. Mendingan menikah di restoran atau di hotel daripada di gedung. Kenapa? Karena biasanya gedung itu kita bayar sewa gedung dan bayar harga makanan. Sedangkan kalau menikah di restoran biasanya kita cuma bayar makanan, sewa gedung gratis. Begitu juga kalau di hotel, cuma bayar makanan juga dan biasanya dapat jatah kamar hotel. Lumayan kan? Nah...kalau mau lebih murah lagi, menikah di depan rumah saja sambil mendirikan tenda. Cukup bayar setoran ke pak RT terdekat. Namun cara ini berisiko karena saya pernah datang ke pernikahan seorang teman dari teman saya, dia menikah di depan rumah tapi banyak lalat2 jadi terpaksa pasang obat nyamuk buat mengusir lalat....akibatnya....saya sakit perut habis kondangan.
  4. Mendingan kita susah sedikit daripada mengambil paket sekaligus dari restoran atau hotel atau gedung yang sudah include semua...mulai dari bridal, makanan, mobil, dll. Karena kalau mengambil paket pasti kita dapatnya yang pas2 an. Misal salon dapat jatah yang biasa2 aja atau fotonya biasa2 aja. Karena paket itu kan mereka saling bekerja sama..semakin banyak pihak2 yang bekerja sama...semakin banyak bagi hasilnya..jadi mungkin kita tidak akan mendapat yang maksimal. Seperti di salon saya sekarang, saya tidak ambil paket dari restoran jadi saya bebas memilih gaun yang saya mau. Tapi orang2 yang mengambil paket dari restoran pilihan gaunnya terbatas (yang modelnya rada kuno2).
  5. Carilah koneksi sebanyak2nya....misal saya beli undangan di tempat teman. Foto pre wed juga sama teman. Nanti beli souvenir di tempat kenalan pacar saya. Foto dan liputan hari H juga di tempat teman saya. Yang bukan teman saya cuma tante restoran. Harusnya saya punya kenalan orang pemilik restoran jadi semuanya lebih murah lagi. Kalau kita menggunakan jasa teman, selain menolong teman, biasanya teman tidak menipu. Teman yang baik tentunya...kalau teman yang buruk ya sama aja.
  6. Harus tebal muka alias ga tau malu dan gengsinya harus ditaruh di pantat. Jika kita ingin mengirit tentu saja kita akan mencari yang harganya semurah mungkin dan itu butuh pengorbanan. Seperti minggu kemarin saya foto pre wed di Cirebon. Fotografernya adalah teman saya. Karena saya dan pacar saya budgetnya juga ngepas maka kami juga harus terima kalau kunjungan ke lokasi2 menggunakan mobil pick up (losbak) sang fotografer biar hemat sewa mobil. Waktu itu banyak mata memandang karena saya yang pake baju pengantin nan cantik ini kok naik mobil losbak...tapi itulah pengalaman berharga yang bakalan saya ingat seumur hidup.
  7. Yang terakhir....berdoalah supaya Tuhan memberi jalan. Saya mempersiapkan pernikahan ini kurang dari setahun. Dan saya sendiri heran kenapa begitu banyak jalan mendekati hari pernikahan. Tiba2 ada teman yang menawarkan foto, dll. Begitulah.....semoga tips2 dari saya ini berguna ya....

Jam

Sejujurnya, inilah Ria dan Kristina...

Ria dan Kristina, sama-sama punya ide-ide yang nggak masuk akal saking nggak bangetnya pikiran kami berdua. Obrolan kami ini, berkat kemajuan jaman dan menjamurnya aplikasi internet (hiduplah Indonesia Raya!), kami sekarang bisa tuangkan di blog. Dulu kami suka ngetik-ngetik pake mesin ketik manual di belakang kertas HVS A4 bekas fotokopian. Tapi tetep aja kami tidak berhenti menulis. Kata pepatah: setipis-tipisnya tinta masih lebih tajam dari ingatan manusia. Kata Pramoedya: menulis berarti memetakan sejarah. Halah, kalo tulisan kita mah sebenernya gak ada hubungannya ama sejarah. Cuma mengukirkan betapa masa muda kami ini sangat indah. Dan jelas nggak mutu isinya. Jadi, mending kalo sisa-sisa waktu dan pengen baca yang tidak terlalu berguna sajalah baru buka blog kami... Tapi apapun komentar, masukan dan pendapat teman-teman, semuanya adalah cendera mata yang indah buat kami...

Ria dan Kristina (hualah, koyok undangan penganten. Amit2 deh. Lesbong juga pilih-pilih ah...)

About Us

My photo
pindah2..tergantung mood, Indonesia
Sri Riyati Sugiarto (aka Ria) adalah cewek kelahiran limpung..(pinggiran kota Pekalongan)..habis sekolah di SMU St. Bernardus Pekalongan trus kuliah kedokteran di Undip Semarang..sementara Kristina Melani Budiman (aka Kristina) juga lahir di Pekalongan trus satu SMU ama Ria dan kuliah di Atma Jaya Jogjakarta. kami kenal di kelas 3 SMU tapi mo duduk bareng selalu ga bisa gara2 terlalu cerewet dan kalo duduk sebangku selalu bikin keributan karena hobinya menggosip jadi terpaksa sampai sekarang tidak pernah duduk bareng..untungnya kita ga satu kampus :p