Saturday, January 3, 2009

Busway..oh busway

After I moved to new office, I always go to work by busway. Because it's the fastest and the cheapest way. The ticket price is IDR 3,500. But in the morning I usually pay IDR 2,000 because before 7 am, the ticket price is cheaper. That's why I often run from my boarding house to the nearest busway shelter in order to get the discount (what a "money eye" girl).
But in the busway there's always be a big problem for me because it's often very crowded in the busway. I feel like a fish in the can (iwak sarden) because although there're a lot of people in the busway, the "kenek" (i don't know what's the English word for kenek alias kondektur) is still pushing more people to go inside. In the morning it's better because most of the passengers are just taking a bath so the smell is still good. But sometimes there're some people who have bad morning breath (i called it "bau umbel") so if i smell it, i try to move my head to the other side so i will get fresher air.
The most terrible problem is when I went home on the afternoon. All of the passengers (except me) are sweating and having a horrible odor. Many kinds of bad "natural perfume" are surrounding me (hoek2). Like yesterday, when i was sitting in the busway to Kalideres (the most terrible busway because most of the passengers are labors i think because they are sweating) there were two men standing in front of me. Of course they had their arms wide open in the air and the AC flew right to their "ketek" (OMG..Ria please help me to find the right words for ketek and kenek). Suddenly a very very bad smell like rotten "salak" (what's salak in english?) hit me like a lot of bullets from bazooka. I almost vomit my lunch (rice with fried chicken) and I tried not to cover my nose with perfurmed tissue because I knew it will break their self confidence. I just tried to be polite.
I remember a story from television or a book (I forgot it) that if a person was sweating and had a bad smell it means that he worked very hard. It's a very good thing because a lot of sweat=work hard. That's why I tried to respect all of the sweating people in the busway although the smell is torturing me like crazy.
The last story about busway, there're always be "ungentleman" guy in the busway. There's a sticker which told every passenger to give a seat to elderly, disable, pregnant woman and children. But, some of people don't care about it especially the men. During my experiences to travel with busway, i see that women are more compasionate than men. Women is often giving seat to pregnant woman, etc while the men try not to look at the pregnant woman because they don't want to give their seat. OMG, what's happen with Indonesian men. How "ungentleman" they are.
In my office there're a lot of foreign people (especially male) and they are very gentleman. One day I was in the same lift with a foreign man and when the lift opened, he asked me to come out first. "Lady's first", he said. So....that's why I always like bule and I hope I could marry a bule guy when I was young.

Friday, January 2, 2009

Freedom of Fear

Untuk menyambut Natal di gedung kantorku mengadakan beberapa acara. Mulai dari foto bersama Santa Claus (gratis lho ga kaya di mall) yang lucu, aku penasaran siapa yang jadi Santa Claus itu karena dia Santa Claus yang sangat lucu. Selain itu ada juga acara mencari dana dengan cara foto di depan tembok yang sudah dihias baguuuss sekali bertemakan Natal. Kalau teman2 jeli, di belakang Santa Claus itu ada ruangan tempat fotonya. Jadi orang2 yang menyumbang boleh berfoto di depan background Ntatal tersebut. Dana yang terkumpul disumbangkan ke panti asuhan.


Acara puncaknya adalah perayaan bersama Persekutuan Doa Oikumene Sentra Mulia (gedung tempat kantorku berada) yang mengambil tema "Freedom of Fear" dan bintang tamu Adon. Btw aku duduk di belakangnya Adon lho dan ternyata pas dia menyanyi..suaranya bagus banget. Tinggi dan bening (kayanya dia ga mungkin merokok karena suaranya sebening itu).
Yang mau aku ceritain adalah kotbah pendetanya yang sesuai tema Natal yaitu "Freedom of Fear" alias "Bebas dari Rasa Takut". Setiap orang pasti sering merasa takut. Aku juga begitu. Aku sering takut tanpa alasan misalnya kalau adikku baru pulang dari kostku trus dia ga kasih kabar sudah sampai atau belum dan hpnya kutelpon tidak diangkat, aku takut banget dia kecelakaan. Aku juga sering takut orang tuaku sakit parah, bahkan aku juga sering merasa takut mati. Aku sadar kalau ketakutanku itu tidak beralasan karena semua yang kutakutkan itu hanya ada di pikiranku belaka dan belum tentu terjadi.
Bapak Pendeta (aku lupa namanya) berkata bahwa rasa takut atau kawatir itu adalah bunga yang kita bayar sebelum suatu masalah benar2 terjadi. Jadi tidak ada gunanya takut pada sesuatu yang belum terjadi. Malah kita sudah rugi karena membayar bunga untuk sesuatu yang belum pasti. Ibarat kita ada rencana mau pinjam uang ke bank tapi pinjamannya belum disetujui, kita sudah membayar bunganya lebih dahulu..benar2 merugikan.
Kesimpulannya, mending ga usah takut ama hal2 yang belum terjadi. Masih banyak yang lebih menakutkan daripada pikiran kita misalnya film horor kaya SAW, Silent Hills, Sadako, dll.

Jam

Sejujurnya, inilah Ria dan Kristina...

Ria dan Kristina, sama-sama punya ide-ide yang nggak masuk akal saking nggak bangetnya pikiran kami berdua. Obrolan kami ini, berkat kemajuan jaman dan menjamurnya aplikasi internet (hiduplah Indonesia Raya!), kami sekarang bisa tuangkan di blog. Dulu kami suka ngetik-ngetik pake mesin ketik manual di belakang kertas HVS A4 bekas fotokopian. Tapi tetep aja kami tidak berhenti menulis. Kata pepatah: setipis-tipisnya tinta masih lebih tajam dari ingatan manusia. Kata Pramoedya: menulis berarti memetakan sejarah. Halah, kalo tulisan kita mah sebenernya gak ada hubungannya ama sejarah. Cuma mengukirkan betapa masa muda kami ini sangat indah. Dan jelas nggak mutu isinya. Jadi, mending kalo sisa-sisa waktu dan pengen baca yang tidak terlalu berguna sajalah baru buka blog kami... Tapi apapun komentar, masukan dan pendapat teman-teman, semuanya adalah cendera mata yang indah buat kami...

Ria dan Kristina (hualah, koyok undangan penganten. Amit2 deh. Lesbong juga pilih-pilih ah...)

About Us

My photo
pindah2..tergantung mood, Indonesia
Sri Riyati Sugiarto (aka Ria) adalah cewek kelahiran limpung..(pinggiran kota Pekalongan)..habis sekolah di SMU St. Bernardus Pekalongan trus kuliah kedokteran di Undip Semarang..sementara Kristina Melani Budiman (aka Kristina) juga lahir di Pekalongan trus satu SMU ama Ria dan kuliah di Atma Jaya Jogjakarta. kami kenal di kelas 3 SMU tapi mo duduk bareng selalu ga bisa gara2 terlalu cerewet dan kalo duduk sebangku selalu bikin keributan karena hobinya menggosip jadi terpaksa sampai sekarang tidak pernah duduk bareng..untungnya kita ga satu kampus :p